Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Pernah Berjanji Setor Rp17 Triliun ke BoP

news.fin.co.id - 23/03/2026, 06:35 WIB

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Pernah Berjanji Setor Rp17 Triliun ke BoP

Presiden RI Prabowo Subianto.

fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto meluruskan isu terkait keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Donald Trump. Ia menegaskan, Indonesia tidak pernah menyatakan kesediaan untuk menyetor dana sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17 Triliun ke BoP. 

"Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar," ujar Prabowo dalam sebuah wawancara, sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.

Ia menekankan bahwa sejak awal tidak ada janji finansial yang disampaikan Indonesia kepada pihak Amerika Serikat terkait keikutsertaan dalam forum tersebut. Posisi ini, menurutnya, konsisten dan tidak berubah.

Presiden juga menyinggung pertemuan para penyumbang awal yang berlangsung di Washington pada 19 Februari lalu. Dalam forum tersebut, Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara yang memberikan kontribusi dana.

Advertisement

"Tidak, tidak pernah. Dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari lalu, itu adalah pertemuan founding donors. Mereka masing-masing menyumbang, mungkin ada yang lebih besar, tetapi Indonesia tidak ada di situ. Karena sejak awal, saat ditanya, saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali," tegas Prabowo.

Meski demikian, Indonesia tetap membuka peluang untuk berperan dalam upaya perdamaian, namun bukan melalui kontribusi dana. Pemerintah lebih memilih jalur lain yang dinilai sesuai.

"Kita menyatakan siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan," katanya.

Prabowo juga menyebut bahwa keterlibatan Indonesia bisa berkembang ke depan, terutama jika kondisi di Gaza memungkinkan dimulainya proses pembangunan kembali.

"Kalau gencatan senjata berhasil dan pembangunan dimulai, bukan tidak mungkin Indonesia ikut serta. Kita punya Baznas, dan sebelumnya juga sudah membangun rumah sakit serta berbagai bantuan lainnya di sana," jelasnya.

Namun, ia kembali menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada komitmen finansial yang disepakati dalam keanggotaan BoP.

"Tidak ada komitmen sama sekali," ucap Presiden.

Sebelumnya, laporan Bloomberg menyebut adanya rancangan piagam Dewan Perdamaian yang memuat syarat kontribusi dana sebesar 1 miliar dolar AS bagi negara yang ingin menjadi anggota tetap.

Dalam dokumen tersebut juga disebutkan bahwa keanggotaan berlaku selama tiga tahun, dengan peluang perpanjangan oleh ketua dewan. Namun, aturan itu tidak berlaku bagi negara yang memberikan kontribusi dana lebih dari 1 miliar dolar AS pada tahun pertama sejak piagam diberlakukan. *

Advertisement
Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca