fin.co.id - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Arab Saudi resmi mengusir diplomat militer Iran beserta sejumlah staf kedutaannya.
Kementerian Luar Negeri Saudi menetapkan atase militer Kedutaan Besar Iran, asisten atase, serta tiga staf lainnya sebagai persona non grata. Mereka diberikan tenggat waktu 24 jam untuk meninggalkan wilayah kerajaan.
Langkah ini diambil di tengah memanasnya konflik kawasan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Keputusan tegas ini disebut sebagai respons atas serangan berulang yang dituding dilakukan Iran terhadap wilayah Saudi dan negara-negara Teluk lainnya.
Sejak konflik pecah pada akhir Februari, Iran dilaporkan meluncurkan ratusan serangan rudal dan drone ke kawasan yang menampung aset militer AS.
Sebagian besar serangan memang berhasil dicegat, namun sejumlah fasilitas penting tetap terdampak, termasuk infrastruktur energi.
Fasilitas Energi Jadi Sasaran
Wilayah timur Saudi yang menjadi pusat industri energi dilaporkan menjadi target utama serangan. Bahkan ibu kota Riyadh juga tidak luput dari ancaman.
Awal bulan ini, dua drone dilaporkan menghantam area sekitar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik.
Gangguan terbaru terjadi di pelabuhan Yanbu, jalur ekspor penting minyak Saudi. Aktivitas pemuatan minyak terganggu setelah drone jatuh di dekat kilang SAMREF, fasilitas kerja sama antara Saudi Aramco dan ExxonMobil.
Pelabuhan Yanbu sendiri kini menjadi jalur alternatif utama ekspor minyak Saudi setelah gangguan di Selat Hormuz.
Pemerintah Arab Saudi mengecam keras serangan yang dituding dilakukan Iran. Menurut mereka, aksi tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip kedaulatan negara.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Saudi menyebut tindakan Iran sebagai pelanggaran terhadap berbagai kesepakatan internasional, termasuk resolusi Dewan Keamanan PBB.
Menteri Luar Negeri Faisal bin Farhan Al Saud bahkan menegaskan bahwa kepercayaan terhadap Iran kini telah “hancur”.