Ekonomi . 24/03/2026, 08:07 WIB

Dampak Perang Iran vs AS-Israel Makin Nyata, Rupiah Terancam Tembus Rp20.000 per Dolar AS!

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Ketegangan di Timur Tengah dapat mengganggu pasokan energi global, sehingga harga minyak melonjak dan membebani impor Indonesia.

2. Gangguan Rantai Pasok

Perang dapat memperlambat distribusi barang global, meningkatkan biaya logistik, dan menekan pertumbuhan ekonomi.

3. Capital Outflow

Investor global cenderung menarik dana dari negara berkembang (emerging market) dan memindahkannya ke aset safe haven seperti dolar AS.

Risiko Lebih Besar: Depresiasi Bisa Lewati 20%

Anthony memperingatkan bahwa jika situasi geopolitik terus memanas, depresiasi rupiah bahkan bisa melampaui 20% dalam waktu 3 hingga 6 bulan ke depan.

Kondisi ini mengingatkan pada krisis finansial Asia 1997, di mana rupiah anjlok hingga 25–30% dalam waktu singkat.

Saat itu, Indonesia terpaksa meminta bantuan dari International Monetary Fund (IMF) untuk menyelamatkan ekonomi nasional.

“Jika respons terlambat, krisis valuta bisa membesar dengan cepat,” tegas Anthony.

Menurut Anthony, kunci utama stabilitas rupiah bukan hanya cadangan devisa, tetapi keberlanjutan aliran dana asing.

Jika dana asing:

  • Masuk stabil → rupiah cenderung kuat

  • Keluar besar-besaran → rupiah melemah drastis

Dengan kondisi global yang penuh ketidakpastian, risiko capital outflow menjadi semakin tinggi.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com