fin.co.id - Nama Mojtaba Khamenei mendadak menjadi sorotan dunia setelah disebut-sebut sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Namun hingga kini, keberadaannya masih menjadi misteri besar.
Sejak konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel pecah pada 28 Februari 2026, Mojtaba belum pernah muncul di hadapan publik.
Ia dikabarkan menggantikan posisi ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara di awal konflik. Namun, hingga saat ini tidak ada satu pun pidato langsung, rekaman video, atau suara resmi dari sosok yang disebut sebagai pemimpin baru tersebut.
Semua komunikasi yang beredar hanya berupa pernyataan tertulis, memicu tanda tanya besar: apakah Mojtaba benar-benar memimpin Iran?
Ketidakjelasan ini membuat badan intelijen global ikut turun tangan. Laporan menyebutkan bahwa Central Intelligence Agency (CIA) dan Mossad tengah berupaya mengungkap keberadaan Mojtaba.
Seorang pejabat senior Israel mengaku belum memiliki bukti kuat bahwa Mojtaba adalah pengambil keputusan utama di Iran saat ini.
Sementara itu, pihak Amerika Serikat juga mengaku bingung dengan situasi yang berkembang.
“Kami tidak berpikir Iran akan menunjuk seseorang yang sudah meninggal sebagai pemimpin. Tapi kami juga belum punya bukti bahwa dia benar-benar memegang kendali,” ujar seorang pejabat AS.
Spekulasi lain yang berkembang menyebutkan bahwa Mojtaba Khamenei kemungkinan mengalami luka serius dalam serangan awal yang menewaskan ayahnya.
Hal ini diduga menjadi alasan mengapa ia tidak pernah tampil di publik.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bahkan secara terbuka mempertanyakan ketiadaan bukti visual keberadaan Mojtaba.
“Iran punya banyak fasilitas dokumentasi. Kenapa hanya ada pernyataan tertulis? Saya kira jawabannya sudah jelas,” ujarnya.