fin.co.id – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) berencana mengirimkan satu brigade tempur dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke kawasan Timur Tengah. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat kapasitas operasi militer AS di tengah eskalasi konflik yang terus berlanjut dengan Iran.
Melansir laporan Wall Street Journal dan Reuters pada Rabu 25 Maret 2026, unit elite yang bermarkas di Fort Bragg, North Carolina ini merupakan pasukan spesialis serangan parasut. Brigade tempur tersebut terdiri dari sekitar 3.000 hingga 4.000 personel tentara yang memiliki kemampuan mobilisasi cepat dalam waktu 18 jam setelah perintah rilis.
Pengerahan pasukan tambahan ini terjadi saat dinamika politik di Washington menunjukkan ambiguitas. Di satu sisi, Presiden Donald Trump tengah mendiskusikan kemungkinan kesepakatan damai untuk mengakhiri perang yang pecah sejak 28 Februari lalu. Namun, di sisi lain, penguatan militer di lapangan terus digencarkan sebagai langkah antisipasi operasi masa depan.
Hingga saat ini, Pentagon enggan merinci lokasi spesifik penempatan ribuan tentara tersebut dengan alasan keamanan operasional. "Kami tidak membahas pergerakan pasukan di masa depan atau yang bersifat hipotetis," tegas perwakilan Pentagon dalam keterangannya kepada Anadolu Agency.
Seorang pejabat AS menyatakan bahwa sejauh ini belum ada keputusan final untuk menerjunkan pasukan darat langsung ke wilayah Iran. Fokus utama saat ini adalah membangun kapasitas guna mengamankan titik vital, termasuk potensi pengamanan Selat Hormuz dan Pulau Kharg yang menjadi pusat ekspor minyak Iran.
Data militer Washington mencatat bahwa AS telah menggempur lebih dari 9.000 target di wilayah Iran sejak akhir Februari. Serangan ini memicu aksi balasan dari Teheran yang menyasar aset militer AS di negara-negara Teluk. Tercatat sedikitnya 13 tentara AS gugur dan 290 lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan balasan tersebut.