BREAKING: Filipina Resmi Tetapkan Darurat Energi, Presiden Ferdinand Marcos Minta Bantuan Indonesia

news.fin.co.id - 25/03/2026, 07:45 WIB

BREAKING: Filipina Resmi Tetapkan Darurat Energi, Presiden Ferdinand Marcos Minta Bantuan Indonesia

“Kami sudah berkoordinasi dengan perusahaan pembangkit listrik berbahan batu bara untuk mengetahui kapasitas peningkatan produksi,” ujar Garin.

Meski dinilai kurang ramah lingkungan karena emisi karbon tinggi, langkah ini dianggap sebagai solusi cepat untuk menjaga stabilitas pasokan listrik.

Impor Batu Bara dari Indonesia Jadi Andalan

Dalam menghadapi krisis ini, Filipina juga membuka opsi untuk meningkatkan impor batu bara dari Indonesia yang selama ini menjadi pemasok utama.

Advertisement

Menurut Garin, kebijakan ini bersifat sementara dan bisa mulai diterapkan paling cepat pada 1 April 2026.

“Jika langkah ini berjalan baik, kami bisa menekan kenaikan tarif listrik akibat konflik di Timur Tengah,” jelasnya.

Sejauh ini, tidak ada pembatasan impor batu bara dari Indonesia, sehingga kerja sama energi antara kedua negara diperkirakan akan semakin intens.

Filipina dikenal sebagai salah satu negara dengan biaya energi tertinggi di kawasan Asia. Ketergantungan pada impor bahan bakar membuat negara ini rentan terhadap fluktuasi harga global.

Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 116 juta jiwa, stabilitas energi menjadi isu krusial bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Presiden Ferdinand Marcos Jr. juga mengumumkan penemuan cadangan gas alam baru di sekitar ladang gas Malampaya.

Ladang ini selama ini menyuplai sekitar 40 persen kebutuhan listrik di Pulau Luzon. Namun, produksinya terus menurun dan diperkirakan akan habis dalam beberapa tahun ke depan.

Penemuan cadangan baru diharapkan dapat memperpanjang umur operasional Malampaya sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor energi. (*)

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID