fin.co.id - Sebuah tas milik pemudik yang tertinggal di area masjid Rest Area KM 87B, Jalan Tol Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) Senin (23/3/2026), berhasil dikembalikan dengan isi yang masih utuh.
Tas hitam tersebut ternyata berisi uang tunai dalam jumlah besar, yakni 20.000 dollar Amerika Serikat atau setara Rp 339 juta dan uang tunai Rp 7,7 juta. Selain itu, terdapat tiga kartu ATM serta buku tabungan dengan saldo mencapai ratusan juta rupiah.
Kronologi Penemuan
Manager Public Affairs Hakaaston Ruas Bakter, M. Alkautsar, menjelaskan bahwa tas tersebut ditemukan oleh petugas keamanan sekitar pukul 14.23 WIB saat melakukan patroli rutin.
"Ditemukan oleh petugas keamanan saat melaksanakan patroli di area masjid," ujar Alkautsar, Rabu (25/3/2026).
Petugas yang berjaga, Serda Bayuli bersama Kopda Fatwa dan personel keamanan bernama Edi, sempat terkejut saat memeriksa isi tas untuk keperluan identifikasi. Mengingat nilai barang yang sangat besar, petugas sengaja tidak mengumumkannya melalui pengeras suara guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di lokasi keramaian.
Pemilik Terburu-buru
Pemilik tas diketahui bernama Nana Halimi, seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang berdomisili di Pamulang.
Nana diduga terburu-buru saat hendak melanjutkan perjalanan menuju Bandar Lampung setelah beristirahat dan menunaikan shalat di masjid rest area. Ia baru menyadari tasnya hilang setibanya di tujuan.
Sekitar pukul 15.25 WIB, Nana kembali ke rest area dan mendatangi pusat informasi untuk mengajukan klaim.
Verifikasi Ketat
Sebelum menyerahkan kembali tas tersebut, tim keamanan melakukan verifikasi identitas yang ketat. Petugas mencocokkan data pribadi, pekerjaan, hingga rincian nominal uang yang ada di dalam tas.
"Kami tanyakan nominal uang dan apa saja isinya untuk memastikan validitas kepemilikan. Seluruh barang diserahkan kembali dalam kondisi lengkap tanpa kekurangan," kata Serda Bayuli.
Pihak pengelola tol mengimbau para pemudik untuk selalu waspada dan memeriksa kembali barang bawaan sebelum meninggalkan tempat istirahat. Penggunaan transaksi non-tunai juga disarankan guna meminimalkan risiko kehilangan uang tunai dalam jumlah besar selama perjalanan.