Bupati Tangerang Temukan 25 Ribu Warga Tak Punya KTP, Ini Penyebabnya

news.fin.co.id - 26/03/2026, 13:44 WIB

Bupati Tangerang Temukan 25 Ribu Warga Tak Punya KTP, Ini Penyebabnya

Ilustrasi KTP.

fin.co.id -  Sebanyak 25.000 warga Kabupaten Tangerang tercatat belum mengantongi kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP. Hal ini terungkap saat Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, melakukan inspeksi mendadak ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Rabu (25/3/2026).

Meski angka tersebut tergolong kecil—hanya sekitar 1 persen dari total 2,5 juta wajib KTP di wilayah tersebut—Pemerintah Kabupaten Tangerang mengidentifikasi beberapa faktor utama yang menjadi penghambat tuntasnya perekaman data identitas warga.

Penyebab Kendala Identitas

Faktor utama yang menyebabkan ribuan warga belum memiliki e-KTP bukan lagi pada ketersediaan material, melainkan pada aksesibilitas dan kebutuhan perbaikan data. Banyak warga masih mengalami kendala administratif seperti kesalahan penulisan nama, perbedaan tempat dan tanggal lahir, hingga urusan perpindahan domisili yang memerlukan validasi lebih lanjut di tingkat pusat.

Advertisement

Selain itu, sentralisasi pelayanan di masa lalu sempat membuat masyarakat di pelosok enggan mengurus dokumen kependudukan karena jarak tempuh yang jauh ke kantor dinas pusat.

Strategi Jemput Bola

Menanggapi hal tersebut, Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Pemkab telah mendistribusikan layanan ke tingkat kecamatan untuk memangkas birokrasi dan jarak.

"Pelayanan sudah kita distribusikan ke kecamatan sehingga keluhan masyarakat berkurang karena tidak lagi terpusat di Disdukcapil," ujar Maesyal.

Saat ini, kantor Disdukcapil hanya difokuskan untuk menangani kasus khusus seperti perbaikan data yang kompleks, pencatatan sipil non-muslim, serta administrasi warga negara asing. Sedangkan untuk perekaman dan pencetakan rutin, warga cukup mendatangi kantor kecamatan setempat.

Stok Blangko Aman

Mengenai isu kelangkaan material yang sering menjadi alasan keterlambatan di tahun-tahun sebelumnya, Bupati memastikan bahwa stok blangko e-KTP dalam kondisi aman hingga Desember 2026.

"Sampai Desember sudah aman untuk blangko. Distribusi akan dilakukan secara berkala ke setiap kecamatan oleh Disdukcapil," jelasnya.

Dengan percepatan layanan di tingkat kecamatan dan ketersediaan stok yang mencukupi, Pemkab Tangerang optimistis target 100 persen kepemilikan identitas kependudukan resmi dapat segera tercapai sebelum akhir tahun.

Advertisement
Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.