fin.co.id - Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund kini mulai bersiap menghadapi potensi krisis ekonomi global baru. Lembaga keuangan dunia ini tengah mengidentifikasi negara-negara yang berpotensi menjadi “pasien baru” akibat dampak konflik di Asia Barat.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap gejolak ekonomi global yang semakin tidak menentu, terutama setelah eskalasi konflik yang memengaruhi stabilitas energi dan rantai pasok dunia.
Melalui Departemen Kajian, Kebijakan, dan Strategi, IMF telah meminta perwakilan di berbagai negara untuk melakukan penilaian awal terkait potensi kebutuhan bantuan pembiayaan.
Fokus utama penilaian ini mencakup:
-
Kondisi utang negara
-
Stabilitas fiskal
-
Program pembiayaan yang sedang berjalan
-
Dampak langsung konflik global
Menurut laporan Bloomberg, langkah ini merupakan bagian dari strategi mitigasi risiko IMF di tengah ketidakpastian global.
Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, menyatakan bahwa dalam kondisi global yang tidak pasti, semakin banyak negara yang mulai mengajukan permintaan bantuan pendanaan.
Ia menegaskan bahwa IMF siap memberikan dukungan selama dibutuhkan oleh negara anggota.
“Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, banyak negara meminta bantuan, dan kami siap membantu,” ujarnya.
85 Negara Masih Berutang ke IMF
Berdasarkan data resmi IMF, saat ini terdapat 85 negara yang masih memiliki utang kepada lembaga tersebut, dengan total mencapai sekitar US$121,21 miliar.
Beberapa fakta penting:
-
Hanya 19 negara yang aktif melakukan pembayaran utang
-
Baru 1 negara yang melunasi utangnya hingga Maret 2026, yaitu Mozambik
Mozambik tercatat telah melunasi utang sebesar US$514,04 juta.