fin.co.id - Kabar duka datang dari jajaran kepolisian di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sosok Iptu Nur Alim (54), yang menjabat sebagai Kapospam Tugu Yogyakarta, meninggal dunia saat menjalankan tugas pengamanan arus mudik Lebaran, Rabu, 25 Maret 2026. Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik, terutama karena dedikasi tinggi yang ia tunjukkan hingga akhir hayatnya.
Sehari sebelum kejadian, Iptu Nur Alim sebenarnya sempat mengeluhkan kondisi tubuh yang kurang sehat. Namun, ia tidak memilih beristirahat. Sebaliknya, ia tetap turun langsung ke lapangan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di kawasan Tugu Yogyakarta yang menjadi salah satu titik krusial selama musim mudik.
Sebagai Kanitlantas Polsek Gedongtengen, ia memegang tanggung jawab besar dalam mengatur mobilitas kendaraan yang meningkat tajam menjelang Lebaran. Ia tetap berdiri di garis depan, mengatur lalu lintas, dan memastikan para pemudik bisa melanjutkan perjalanan dengan aman dan lancar.
Situasi berubah drastis pada Rabu siang sekitar pukul 11.40 WIB. Di tengah padatnya aktivitas pengamanan, Iptu Nur Alim tiba-tiba terlihat lemas. Tidak lama kemudian, ia jatuh pingsan di lokasi tugasnya.
Kejadian tersebut berlangsung di tengah keramaian kawasan Tugu Yogyakarta yang saat itu dipadati kendaraan pemudik. Rekan-rekan sesama petugas langsung memberikan pertolongan, namun kondisinya tidak tertolong. Ia kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Hingga saat ini, belum ada hasil penyelidikan resmi terkait penyebab pasti meninggalnya Iptu Nur Alim. Namun, dugaan sementara mengarah pada kelelahan fisik yang ekstrem.
Sejak 13 Maret, ia diketahui terus menjalankan tugas pengamanan arus mudik tanpa henti. Intensitas kerja yang tinggi, ditambah kondisi fisik yang menurun, diduga menjadi faktor utama yang memicu kejadian tragis ini.
Kondisi ini menjadi gambaran nyata bagaimana tekanan kerja aparat di lapangan meningkat signifikan saat musim mudik Lebaran. Tidak hanya menghadapi kepadatan lalu lintas, mereka juga harus menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan.
Kisah Iptu Nur Alim langsung menyentuh banyak pihak. Ia menunjukkan komitmen luar biasa terhadap tugasnya sebagai aparat kepolisian. Meski kondisi tubuhnya tidak optimal, ia tetap memilih mengutamakan kepentingan masyarakat.
Dedikasi seperti ini jarang terlihat, terutama dalam situasi penuh tekanan seperti pengamanan arus mudik. Ia tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga memberikan contoh nyata tentang tanggung jawab dan pengabdian.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik kelancaran perjalanan mudik, ada kerja keras dan pengorbanan besar dari para petugas di lapangan.