fin.co.id - Kepolisian Republik Indonesia resmi mengakhiri pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang digelar selama periode mudik Lebaran. Operasi pengamanan tersebut berlangsung selama 13 hari, mulai Jumat 14 Maret 2026 hingga Rabu 25 Maret.
Penutupan operasi disampaikan langsung oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, di Semarang, Jawa Tengah, Kamis dini hari.
“Malam ini 25 Maret pukul 24.00 WIB, mendasari TR Bapak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Operasi Ketupat sudah ditutup,” kata Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho.
Setelah berakhirnya operasi tersebut, Polri tidak serta-merta menghentikan pengamanan. Irjen Pol. Agus menyebut pihaknya akan melanjutkan dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Personel kepolisian tetap disiagakan di berbagai titik untuk mengantisipasi dinamika di lapangan, termasuk menghadapi puncak arus balik kedua yang diperkirakan terjadi pada 28-29 Maret 2026.
Dalam evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Polri mencatat lonjakan signifikan pada volume kendaraan saat puncak arus mudik. Jumlah kendaraan mencapai 270.315 unit, yang disebut sebagai rekor tertinggi sepanjang penyelenggaraan operasi tersebut.
“Bila dibandingkan tahun lalu 2025, ada peningkatan 4,62 persen. Tahun yang lalu 258.512 kendaraan,” ujarnya.
Kendati terjadi peningkatan jumlah kendaraan, arus lalu lintas tetap dapat dikendalikan. Hal ini tidak lepas dari penerapan berbagai rekayasa lalu lintas, termasuk sistem satu arah (one way) secara nasional maupun lokal.
“Strategi manajemen rekayasa lalu lintas, baik parameter-parameter untuk melakukan one way nasional dan bahkan one way lokal sepenggal tahap satu atau one way lokal presisi, ini bisa memecah arus sehingga bisa kita kelola dengan baik, arus mudik sudah kita lewati,” katanya.
Selain itu, Polri juga mencatat adanya penurunan angka kecelakaan selama periode operasi. Tingkat fatalitas korban kecelakaan turun sebesar 30,89 persen, sementara jumlah kejadian kecelakaan berkurang 5,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Atas capaian tersebut, pihak kepolisian menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang dinilai semakin patuh terhadap aturan lalu lintas, sehingga turut berkontribusi dalam menekan angka kecelakaan selama masa mudik Lebaran. *