-
Pangkalan Udara Ali Al Salem (Kuwait)
-
Kamp Buehring (Kuwait)
Di Qatar, serangan ke Pangkalan Udara Al Udeid merusak sistem radar peringatan dini.
Sementara di Bahrain, drone Iran menyerang fasilitas komunikasi Armada Kelima AS.
Tak luput, Arab Saudi juga terkena dampak, dengan Pangkalan Udara Pangeran Sultan mengalami kerusakan pada peralatan komunikasi dan pesawat tanker.
Selain serangan langsung, kelompok bersenjata yang didukung Iran di Irak juga melancarkan serangan drone ke hotel mewah di Erbil.
Serangan ini semakin mempertegas bahwa konflik telah meluas dan melibatkan berbagai aktor di kawasan.
Sejumlah pejabat militer AS mengakui adanya kekurangan dalam perencanaan menghadapi respons Iran.
Salah satu kritik utama adalah:
-
Tidak adanya pengurangan staf di kedutaan sebelum perang
-
Minimnya evakuasi warga sipil
-
Kurangnya perlindungan infrastruktur penting
Hal ini dinilai membuat fasilitas militer dan personel lebih rentan terhadap serangan balasan.
Situasi semakin rumit setelah dua pesawat tanker KC-135 milik AS bertabrakan saat operasi, menewaskan enam anggota militer.
Selain itu, relokasi pasukan secara mendadak membuat koordinasi dan efektivitas operasi menjadi terganggu.
Menurut pengamat militer, perang yang dilakukan dari lokasi sementara jelas menurunkan kemampuan tempur.
Iran Tuduh AS Gunakan Warga Sipil sebagai Tameng
Pihak Iran bahkan menuding militer AS menggunakan warga sipil sebagai tameng dengan menempatkan pasukan di hotel.