Terungkap! Alasan Donald Trump Tolak Usul Netanyahu Picu Pemberontakan di Iran

news.fin.co.id - 26/03/2026, 19:15 WIB

Terungkap! Alasan Donald Trump Tolak Usul Netanyahu Picu Pemberontakan di Iran

Jenderal Iran Sebut Netanyahu TARGET UTAMA, Donald Trump GILIRAN Berikutnya

fin.co.id - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan menolak usulan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk secara terbuka mendorong pemberontakan di Iran.

Menurut laporan Axios yang mengutip sumber dari Amerika Serikat dan Israel, Netanyahu mengusulkan agar kedua negara mengajak rakyat Iran turun ke jalan dalam aksi protes terhadap pemerintah.

Namun, Trump menilai langkah tersebut terlalu berisiko. Ia memperingatkan bahwa para demonstran bisa menghadapi tindakan represif yang berujung pada pembantaian.

Advertisement

Penolakan Trump bukan tanpa alasan. Ia menilai kondisi di Iran belum cukup aman untuk memicu gerakan massa besar-besaran.

Menurutnya, mendorong warga sipil turun ke jalan di tengah konflik bisa berujung pada kekerasan yang lebih luas.

Pandangan ini sejalan dengan laporan bahwa hanya sedikit warga Iran yang ikut dalam aksi protes anti-pemerintah selama perayaan Nowruz, menandakan minimnya momentum pemberontakan saat ini.

Berbeda dengan Trump, Netanyahu disebut tetap skeptis terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan diplomatik dengan Iran.

Ia meyakini bahwa serangan terhadap tokoh-tokoh penting Iran, termasuk pejabat keamanan, dapat melemahkan rezim dan membuka peluang bagi perubahan politik.

Namun, hingga kini, dampak dari serangan tersebut belum memicu gelombang protes besar seperti yang diharapkan.

Sebelumnya, The New York Times melaporkan bahwa Netanyahu sempat mengandalkan rencana dari Mossad untuk memicu pemberontakan di Iran.

Kepala Mossad, David Barnea, disebut telah mempresentasikan strategi yang bertujuan:

  • Menggalang oposisi internal Iran

  • Memicu kerusuhan massal

  • Mendorong runtuhnya rezim dari dalam

Advertisement

Rencana tersebut bahkan telah disampaikan ke Gedung Putih sebagai bagian dari strategi perang.

Namun kenyataannya, rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Para pejabat AS dan Israel kini mulai meragukan kemungkinan terjadinya perubahan rezim dalam waktu dekat.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID