Rahasia Sukses Ayam Panggang Bu Setu Magetan: Tiga Dekade Menjaga Tradisi Bersama BRI

news.fin.co.id - 27/03/2026, 09:18 WIB

Rahasia Sukses Ayam Panggang Bu Setu Magetan: Tiga Dekade Menjaga Tradisi Bersama BRI

Kisah inspiratif Ayam Panggang Bu Setu di Magetan yang sukses naik kelas. Berawal dari jualan keliling, kini jadi kuliner legendaris berkat dukungan pembiayaan BRI.Foto:IG

fin.co.id - Kabupaten Magetan di Jawa Timur menyimpan satu permata kuliner yang tak lekang oleh waktu, yakni Ayam Panggang Bu Setu. Usaha yang telah berdiri selama lebih dari 35 tahun ini tidak hanya menjadi primadona bagi warga lokal, tetapi juga telah menjelma sebagai destinasi wajib bagi para pemudik setiap musim Lebaran tiba.

Keberhasilan usaha ini menjadi bukti nyata bagaimana konsistensi menjaga tradisi yang dipadukan dengan dukungan perbankan dapat membawa UMKM naik kelas secara signifikan. Berawal dari usaha kecil, Ayam Panggang Bu Setu kini telah memiliki fasilitas restoran yang nyaman tanpa kehilangan jati diri tradisionalnya.

Konsistensi Rasa Sejak 1990

Subiyanto, generasi kedua yang kini mengelola usaha tersebut, mengungkapkan bahwa rahasia utama eksistensi mereka terletak pada metode memasak. Hingga saat ini, mereka tetap setia menggunakan kayu bakar keras untuk proses pemanggangan. Aroma asap yang khas inilah yang membuat pelanggan dari berbagai kota rela datang jauh-jauh ke Magetan.

Advertisement

"Daya tarik utama kami adalah konsistensi. Proses memasak tradisional menggunakan kayu bakar tidak pernah kami ubah sejak dulu agar cita rasa aslinya tetap terjaga," ujar Subiyanto. Menu andalan mereka, ayam panggang bumbu rujak dengan cita rasa pedas, manis, dan gurih, selalu menjadi incaran utama, terutama saat lonjakan pengunjung di masa libur hari raya.

Kemitraan Strategis dengan Perbankan

Perjalanan Ayam Panggang Bu Setu menuju kesuksesan tidaklah instan. Usaha ini dirintis oleh orang tua Subiyanto pada tahun 1990-an dengan cara berjualan keliling. Titik balik perkembangan usaha terjadi ketika mereka mulai bermitra dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI pada tahun 1992.

Dengan modal awal pinjaman hanya sebesar Rp250 ribu saat itu, keluarga Subiyanto perlahan mampu mengembangkan sarana produksi. Dukungan pembiayaan yang berkelanjutan dari BRI memungkinkan mereka melakukan perluasan lahan dan membangun infrastruktur restoran yang lebih representatif bagi pelanggan.

"Berkat dukungan modal dari BRI, kami bisa melakukan pembelian bahan baku secara tunai dalam jumlah besar, sehingga harga jual ke konsumen pun bisa tetap terjangkau," jelas Subiyanto.

Komitmen BRI Mendukung Sektor Produktif

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa kisah sukses Ayam Panggang Bu Setu adalah salah satu potret keberhasilan program pemberdayaan UMKM di Indonesia. Hingga akhir Desember 2025, BRI mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai angka fantastis sebesar Rp178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur.

Sebesar 64,49 persen dari total penyaluran tersebut difokuskan pada sektor produksi. Dukungan ini diharapkan tidak hanya berupa suntikan modal, tetapi juga pendampingan agar pelaku usaha di daerah mampu beradaptasi dengan layanan digital dan memperkuat ekonomi kerakyatan secara mandiri.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID