Sumatera Membara! BMKG Deteksi 201 Titik Panas, Karhutla Capai Puluhan Hektare

news.fin.co.id - 27/03/2026, 19:54 WIB

Sumatera Membara! BMKG Deteksi 201 Titik Panas, Karhutla Capai Puluhan Hektare

Ilustrasi kebakaran lahan atau kebakaran hutan. (Pixabay)

fin.co.id -  BMKG Stasiun Pekanbaru melaporkan 201 titik panas (hotspot) terdeteksi di Provinsi Riau hingga Jumat (18/3/2026) pukul 16.00 WIB. Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris, menyebutkan dari total tersebut, 91 titik panas berada di Bengkalis.

Selain Bengkalis, sejumlah wilayah lain juga mencatat jumlah hotspot cukup tinggi, yakni: Pelalawan sebanyak 66 titik, Indragiri Hilir 21 titik, Kuantan Singingi 11 titik, Kota Dumai 11 titik dan Rokan Hilir 1 titik.

Data ini menunjukkan peningkatan aktivitas panas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Advertisement

Riau Tertinggi di Sumatera

BMKG juga mencatat total 277 titik panas di Pulau Sumatra, dengan Riau sebagai penyumbang terbanyak.

Provinsi lain yang terdeteksi hotspot antara lain:

  • Sumatera Utara: 34 titik
  • Kepulauan Riau: 28 titik
  • Jambi: 9 titik
  • Aceh: 4 titik
  • Bangka Belitung: 1 titik

Karhutla Meluas,

Tim Manggala Agni terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik di Riau. Luas area terbakar dilaporkan mencapai ratusan hektare.

Beberapa lokasi dengan kebakaran terbesar meliputi:

  • Desa Teluk Beringin, Pelalawan: ±53,3 hektare
  • Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, Siak: ±22 hektare
  • Desa Pulau Muda, Pelalawan: ±20 hektare
  • Desa Talang Jerinjing, Indragiri Hulu: ±15 hektare
  • Selain titik besar, pemadaman juga dilakukan di sejumlah wilayah lain seperti:

    Desa Merempan Hilir (Siak)

  • Desa Teluk Lecah, Rupat (Bengkalis)
  • Desa Merbau, Bunut (Pelalawan)

Petugas gabungan masih berjibaku di lapangan untuk mencegah meluasnya kebakaran.

Advertisement

Meningkatnya jumlah hotspot menjadi sinyal kuat potensi kebakaran hutan dan lahan di Riau masih tinggi. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api.

Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis

Penulis FIN.CO.ID