Varian COVID-19 BA.3.2 Meluas ke 23 Negara, Vaksin Tidak Mempan!

news.fin.co.id - 28/03/2026, 08:40 WIB

Varian COVID-19 BA.3.2 Meluas ke 23 Negara, Vaksin Tidak Mempan!

Covid-19

fin.co.id -  Kemunculan varian baru virus SARS-CoV-2 kembali menjadi perhatian global. Varian yang diberi kode BA.3.2 dilaporkan telah menyebar ke puluhan negara dan menunjukkan perubahan genetik yang cukup signifikan dibandingkan pendahulunya.

Varian ini pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada November 2024. Namun, perkembangan terbaru mengindikasikan bahwa penyebarannya kini tidak lagi terbatas, melainkan telah menjangkau berbagai kawasan dunia lintas benua.

Para peneliti menemukan bahwa BA.3.2 membawa mutasi dalam jumlah besar, khususnya pada bagian protein lonjakan (spike protein) yang selama ini menjadi sasaran utama dalam pengembangan vaksin COVID-19.

Mutasi Signifikan Picu Kekhawatiran

Advertisement

Dalam kajian ilmiah terbaru, BA.3.2 tercatat memiliki sekitar 70 hingga 75 perubahan genetik, termasuk substitusi dan penghapusan pada struktur spike protein. Angka ini dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan varian yang digunakan dalam formulasi vaksin terkini.

“BA.3.2 mewakili garis keturunan baru SARS-CoV-2, yang secara genetik berbeda dari garis keturunan JN.1 (termasuk LP.8.1 dan XFG) yang telah beredar di Amerika Serikat sejak Januari 2024,” demikian bunyi makalah baru tersebut.

Besarnya jumlah mutasi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan ilmuwan. Pasalnya, varian dengan perubahan genetik yang kompleks berpotensi memiliki kemampuan lebih besar dalam menghindari perlindungan imun, baik dari vaksinasi maupun infeksi sebelumnya.

Efektivitas Vaksin Jadi Perhatian

Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya penurunan efektivitas vaksin COVID-19 terhadap varian BA.3.2 jika dibandingkan dengan sejumlah varian lain.

“[Dalam] studi laboratorium, strain BA.3.2 yang baru muncul secara efisien menghindari antibodi, kemungkinan karena mutasi protein spike, yang menyoroti perlunya pengawasan genomik berkelanjutan dan evaluasi observasional terhadap efektivitas vaksin dan antivirus.”

Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa BA.3.2 belum menjadi varian dominan secara global. Di sejumlah negara Eropa, keberadaannya masih berdampingan dengan varian lain dari kelompok JN.1, dengan tingkat penyebaran berkisar antara 10 hingga 40 persen.

Teridentifikasi di Berbagai Kawasan Dunia

Laporan terbaru menyebutkan bahwa varian ini telah ditemukan di sedikitnya 23 negara yang tersebar di Afrika, Asia, Eropa, Amerika Utara, hingga Oseania.

Advertisement

Di Amerika Serikat, keberadaan BA.3.2 terdeteksi melalui pemantauan air limbah di 25 negara bagian, selain juga ditemukan pada sejumlah sampel klinis dari saluran pernapasan.

Walau belum masuk kategori ancaman utama, penyebaran lintas negara ini tetap menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan global.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca