fin.co.id - Kabar mengejutkan datang dari atap Pulau Jawa! Gunung Semeru yang gagah di perbatasan Lumajang dan Malang kembali menunjukkan amukannya. Tidak tanggung-tanggung, gunung tertinggi di Jawa ini mengalami erupsi beruntun sebanyak sembilan kali sejak Minggu dini hari. Puncaknya, awan panas guguran meluncur sejauh 3.500 meter ke arah Besuk Kobokan yang bikin suasana kian mencekam.
Fenomena vulkanik ini tentu memicu alarm waspada bagi warga sekitar dan para pelancong. Jika Anda berada di kawasan Jawa Timur, pastikan Anda memantau pergerakan abu vulkanik yang kini condong mengarah ke Barat Daya. Jangan sampai Anda terjebak di zona merah yang sangat berisiko terkena material pijar maupun awan panas.
Erupsi Beruntun Sejak Dini Hari: Kolom Abu Setinggi 1.000 Meter
Berdasarkan laporan resmi petugas, aktivitas vulkanik Semeru mulai meningkat drastis sejak pukul 00.21 WIB. Namun, letusan yang paling mencolok terjadi pada pukul 01.01 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak. Suasana pagi yang tenang berubah drastis saat erupsi ke-9 kembali pecah pada pukul 08.49 WIB.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Getaran erupsi ini bahkan terekam kuat di seismogram dengan durasi mencapai lebih dari 4 menit.
"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.49 WIB dengan tinggi kolom abu letusan teramati 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl). Erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu disertai awan panas guguran dengan jarak luncur 3.500 meter ke arah Besuk Kobokan," tutur Mukdas Sofian dalam laporan tertulisnya, Minggu (29/3/2026).
Status Siaga Level III: Zona Merah Dilarang Keras Ada Aktivitas!
Mengingat aktivitas yang terus bergejolak, otoritas terkait menetapkan Gunung Semeru dalam Status Level III (Siaga). Pemerintah mengeluarkan rekomendasi ketat agar masyarakat menghentikan segala jenis kegiatan di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari pusat erupsi.
Bukan hanya itu, Anda dilarang keras mendekati radius 5 km dari kawah aktif karena ancaman lontaran batu pijar yang mematikan. Ancaman lain yang tidak kalah ngeri adalah potensi perluasan awan panas dan aliran lahar dingin yang bisa menjangkau hingga jarak 17 km dari puncak gunung.
Waspadai Aliran Lahar di Lembah Sungai
Selain ancaman langsung dari kawah, petugas juga mengimbau warga untuk menjauhi tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Potensi lahar pada anak-anak sungai kecil juga harus menjadi perhatian ekstra, terutama jika hujan turun di area puncak. (*)