Iran Beri Restu, Malaysia dan Thailand Diizinkan Lewati Selat Hormuz dengan Aman

news.fin.co.id - 29/03/2026, 08:41 WIB

Iran Beri Restu, Malaysia dan Thailand Diizinkan Lewati Selat Hormuz dengan Aman

Malaysia dan Thailand dapat restu Iran untuk lewati Selat Hormuz dengan aman.Foto:X

fin.co.id - Dua negara tetangga Indonesia, Malaysia dan Thailand, akhirnya mendapatkan lampu hijau dari pemerintah Iran untuk melintasi Selat Hormuz. Jalur perdagangan minyak paling vital di dunia tersebut sebelumnya sempat tertutup akibat eskalasi konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari 2026.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, mengonfirmasi bahwa tujuh kapal tanker milik perusahaan Petronas dan Sapura Energy telah mendapat sinyal positif untuk melanjutkan perjalanan.

Meskipun izin telah dikantongi, kapal-kapal tersebut harus tetap menunggu giliran demi memastikan aspek keamanan di tengah lalu lintas laut yang sangat padat dan tegang. Komunikasi intensif antara Perdana Menteri Anwar Ibrahim dengan otoritas Iran menjadi kunci tercapainya kesepakatan ini.

Langkah serupa juga berhasil ditempuh oleh pemerintah Thailand. Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menyatakan bahwa kesepakatan akses aman telah tercapai untuk kapal-kapal tanker miliknya yang sempat terjebak di kawasan konflik.

Advertisement

Kepastian ini otomatis meredakan kekhawatiran domestik terkait krisis stok bahan bakar minyak (BBM) yang sempat mengancam stabilitas energi di Negeri Gajah Putih tersebut.

Situasi di Selat Hormuz saat ini masih dikategorikan dalam status siaga tinggi. Otoritas Iran hanya mengizinkan kapal-kapal dari negara yang memiliki hubungan diplomatik baik untuk melintas sesuai jadwal yang ditentukan.

Keberhasilan Malaysia dan Thailand dalam melobi Teheran menunjukkan pentingnya jalur diplomasi di tengah kebuntuan militer yang sedang melanda kawasan Timur Tengah.

Bagi Indonesia, kondisi ini menjadi sinyal penting untuk terus memantau dinamika keamanan energi regional. Kelancaran arus tanker di Selat Hormuz sangat krusial bagi stabilitas harga minyak dunia, mengingat posisi jalur tersebut sebagai urat nadi distribusi energi global yang menghubungkan produsen utama dengan pasar internasional.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID