fin.co.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi sorotan diplomasi internasional setelah menyampaikan pidato penutupan dalam forum investasi global
Future Investment Initiative (FII) Priority Summit yang digelar di Miami Beach, Florida, pada Jumat 27 Maret 2026.
Pidato tersebut menarik perhatian dunia karena disampaikan di tengah memanasnya konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang telah berlangsung selama hampir satu bulan.
Dalam forum yang didukung oleh dana kekayaan negara Arab Saudi tersebut, Trump memaparkan visi besar mengenai masa depan Timur Tengah setelah ancaman dari Teheran dianggap melemah.
Di hadapan para investor global, Trump secara terbuka mendesak Arab Saudi untuk segera menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel melalui kesepakatan yang dikenal sebagai Abraham Accords.
Menurut Trump, langkah tersebut menjadi kunci untuk menciptakan stabilitas ekonomi dan keamanan jangka panjang di kawasan Timur Tengah.
Dalam pidatonya, Trump menilai situasi geopolitik saat ini membuka peluang besar bagi negara-negara Timur Tengah untuk membangun tatanan regional baru yang lebih stabil.
Ia menegaskan bahwa integrasi Israel dalam sistem keamanan kawasan merupakan bagian penting dari transformasi geopolitik yang sedang berlangsung.
“Timur Tengah tengah bertransformasi dan masa depan kawasan ini belum pernah secerah sekarang. Kami telah memulai Abraham Accords, dan saya harap kalian segera menjadi bagian di dalamnya,” ujar Trump dalam pidatonya.
Kesepakatan Abraham Accords sebelumnya telah membuka jalur normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dengan sejumlah negara Arab seperti Uni Emirat Arab dan Bahrain.
Namun proses serupa dengan Arab Saudi sempat tertunda akibat konflik di Gaza serta ketegangan geopolitik regional.
Trump meyakini melemahnya kekuatan militer Iran saat ini justru menciptakan momentum baru bagi Arab Saudi untuk mengambil langkah diplomatik bersejarah.
Ia bahkan menyebut bahwa keberhasilan operasi militer Amerika Serikat telah menciptakan landasan keamanan yang cukup kuat bagi negara-negara Timur Tengah untuk memperluas kerja sama regional.
“Sekaranglah waktunya. Kami berharap semua negara bergabung dalam Abraham Accords karena kami telah mengalahkan Iran secara telak,” tambahnya.