Meski operasi militer masih berlangsung, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat sementara menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Iran hingga 6 April 2026 sebagai bentuk ruang diplomasi.
Kritik Trump terhadap NATO
Dalam pidatonya, Trump juga sempat menyindir negara-negara anggota NATO yang menurutnya tidak memberikan kontribusi cukup besar dalam menjaga keamanan energi global di kawasan Teluk.
Sebaliknya, ia justru memuji negara-negara Teluk yang dinilai lebih aktif menghadapi ancaman Iran.
Trump menilai negara-negara Timur Tengah kini memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas energi dunia.
Selain membahas isu militer dan geopolitik, Trump juga menyoroti potensi besar pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan Timur Tengah setelah konflik mereda.
Ia memprediksi investasi global akan meningkat pesat, terutama dalam sektor teknologi tinggi, energi, serta pembangunan infrastruktur strategis.
Trump bahkan mengajak para investor global untuk terus menanamkan modal di Amerika Serikat.
“Jika Anda ingin membangun masa depan, menciptakan terobosan, serta mengubah industri dan meraih kekayaan, tidak ada tempat yang lebih baik di dunia selain AS,” ujar Trump.
Menurutnya, stabilitas kawasan Timur Tengah pascakonflik dapat membuka peluang ekonomi baru yang sebelumnya sulit tercapai akibat ketegangan geopolitik.
Sementara itu, di jalur diplomatik, Amerika Serikat juga telah menyampaikan proposal perdamaian kepada Iran.
Utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengonfirmasi bahwa Washington telah mengajukan proposal berisi 15 poin kepada Teheran.
Proposal tersebut mencakup sejumlah tuntutan penting, termasuk penghentian total pengayaan uranium serta penyerahan material nuklir kepada pengawas internasional.
“Kami telah menawarkan proposal 15 poin yang sebenarnya sudah lama diketahui Iran. Kini kami menunggu jawaban mereka,” kata Witkoff.
Negosiasi antara kedua negara saat ini berlangsung secara tidak langsung melalui jalur diplomatik dengan melibatkan pejabat dari Pakistan sebagai mediator.