Iran Muak dengan Usulan Perdamaian AS, Baghaei: Kami Fokus Membela Diri!

news.fin.co.id - 30/03/2026, 21:45 WIB

Iran Muak dengan Usulan Perdamaian AS, Baghaei: Kami Fokus Membela Diri!

Pembicaraan AS-Iran disebut akan terwujud pada pekan ini.

fin.co.id - Iran menggambarkan usulan AS untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama sebulan di Timur Tengah sebagai "tidak realistis, tidak logis, dan berlebihan". Iran pun tetap melancarkan lebih banyak serangan rudal ke Israel.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan Teheran telah menerima pesan melalui perantara yang menunjukkan kesediaan Washington untuk bernegosiasi.

Hal ini menyusul pertemuan para menteri luar negeri Pakistan, Mesir, Arab Saudi, dan Turki di Islamabad pada akhir pekan lalu untuk membahas upaya mediasi.

Namun, ia mengkritik usulan AS. "Posisi kami jelas. Kami berada di bawah agresi militer. Oleh karena itu, semua upaya dan kekuatan kami difokuskan untuk membela diri," tandas Baghaei, Senin, 30 Maret 2026.

Advertisement

Baghaei juga mengatakan, parlemen Iran sedang meninjau kemungkinan keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, yang mengakui hak untuk mengembangkan, meneliti, memproduksi, dan menggunakan energi nuklir selama senjata nuklir tidak dikejar.

Sementara itu, seorang pejabat keamanan Pakistan mengatakan, bahwa pada tahap ini tampaknya tidak mungkin akan ada pembicaraan langsung AS-Iran pada pekan ini.

Namun, Pakistan akan terus mengupayakan terwujudnya negosiasi. "Kami berusaha sebaik mungkin untuk mewujudkannya sesegera mungkin," tambah pejabat itu.

Trump Mengaku Telah Ada Sinyal untuk Dialog

Pada akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan, AS dan Iran telah bertemu "secara langsung dan tidak langsung".

Tetapi ia juga telah mengirim lebih banyak pasukan AS ke wilayah tersebut dan Iran tetap menentang, mempertahankan blokade Selat Hormuz.

Dalam unggahan media sosial pada hari Senin, Trump menulis: "Kemajuan besar telah dicapai tetapi, jika karena alasan apa pun kesepakatan tidak segera tercapai, yang mungkin akan terjadi, dan jika Selat Hormuz tidak segera 'Dibuka untuk Bisnis'.

"Kami akan mengakhiri 'kunjungan' kami yang menyenangkan di Iran dengan meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya semua Pembangkit Listrik, Sumur Minyak, dan Pulau Kharg mereka," lanjut Trump.

Trump juga mengeluarkan peringatan lain kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz, jalur air yang digunakan untuk pengiriman seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global, atau menghadapi risiko serangan AS terhadap infrastruktur energinya.

Advertisement
Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID