fin.co.id - Pemandangan di Lapangan Maulana Yudhanegara, pada Senin (30/3/2026) pagi, tak ubahnya seperti suasana sekolah dasar saat bel upacara berbunyi. Di sudut-sudut lapangan, sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anggota Satpol PP tampak asyik menyendiri, enggan merapat ke barisan meski prosesi apel akan segera dimulai.
Para abdi negara yang tidak mau berbaris ini memaksa Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, turun tangan langsung. Layaknya seorang guru yang mendapati muridnya membolos di kantin saat upacara, Maesyal harus berkeliling lapangan untuk "menjemput" para pegawainya yang masih berceceran di tepi area.
Kemarahan Maesyal Rasyid memuncak saat melihat barisan yang seharusnya rapi justru lowong di banyak sisi. Dalam rekaman yang beredar, langkah kaki Maesyal menyisir setiap sudut lapangan, menghampiri kelompok-kelompok kecil ASN yang tampak santai seolah waktu tidak sedang berjalan.
"Segera masuk barisan, jangan menunggu!" Ucapnya.
Sorotan tajam pun tertuju pada personel Satpol PP. Sebagai garda terdepan penegak peraturan daerah, beberapa anggota justru kedapatan ikut-ikutan menjadi penonton di luar garis barisan alih-alih menertibkan rekan sejawatnya.
"Satpol PP harusnya membantu menertibkan, bukan justru ikut di luar barisan," tegasnya.