fin.co.id - Pemerintah Indonesia memastikan bahwa persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 berjalan sesuai rencana. Kloter pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026, sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci sehari setelahnya.
Menteri Haji dan Umrah Indonesia Irfan Yusuf, yang akrab disapa Gus Irfan, menyampaikan bahwa proses keberangkatan jemaah akan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah disusun pemerintah.
“Kami harapkan tanggal 21 April jemaah haji kloter pertama sudah masuk asrama haji, tanggal 22 berangkat ke Tanah Suci,” ujar Gus Irfan saat ditemui di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Keberangkatan ini akan menjadi awal perjalanan ibadah bagi puluhan ribu jemaah Indonesia yang akan menunaikan rukun Islam kelima di Arab Saudi.
Di tengah situasi geopolitik global yang sedang berkembang, pemerintah menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan jemaah haji menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Menurut Gus Irfan, seluruh kebijakan yang diambil pemerintah mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya perlindungan bagi seluruh jemaah Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Seperti amanat Presiden bahwa keselamatan dan keamanan jemaah haji menjadi prioritas utama. Karena itu kita melakukan mitigasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi,” ujarnya.
Langkah mitigasi tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif antara kementerian terkait, maskapai penerbangan, serta otoritas pemerintah Arab Saudi.
Selain fokus pada keamanan perjalanan, pemerintah juga memastikan kesiapan logistik bagi para jemaah selama berada di Tanah Suci.
Berbagai kebutuhan utama seperti akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan terus dipersiapkan secara matang oleh pemerintah.
Menurut Gus Irfan, hingga saat ini persiapan penyelenggaraan ibadah haji secara umum sudah memasuki tahap akhir.
“Alhamdulillah semua persiapan sudah matang, tinggal menunggu waktu keberangkatan,” katanya.
Dengan persiapan tersebut, pemerintah berharap jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar.
Meski persiapan haji sudah hampir rampung, pemerintah tetap memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.