Perang Memanas! Iran Ejek Pentagon Kehabisan Tomahawk, Ancam Pasukan AS di Teluk Persia

news.fin.co.id - 31/03/2026, 13:54 WIB

Perang Memanas! Iran Ejek Pentagon Kehabisan Tomahawk, Ancam Pasukan AS di Teluk Persia

fin.co.id - Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memasuki fase yang semakin panas dan penuh tensi tinggi. Tidak hanya di medan tempur, perang juga meluas ke ranah retorika yang tajam, bahkan sarkastik.

Di tengah laporan menipisnya stok rudal Tomahawk milik Pentagon, pemerintah Iran melancarkan serangan verbal yang menyindir keras kemampuan militer Amerika Serikat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyebut militer AS kini berada dalam posisi sulit dan “terjebak dalam lubang maut” di kawasan Teluk Persia.

Advertisement

Pernyataan Baqaei muncul sebagai respons terhadap laporan dari CBS News yang menyebut bahwa Amerika Serikat menghabiskan stok rudal lebih cepat dibandingkan kemampuan produksinya.

Dengan nada menyindir, Baqaei menuding Washington telah menyia-nyiakan senjata mahal tersebut untuk menyerang target sipil.

Komentar tersebut mencerminkan perang narasi yang kini ikut memanas, seiring intensitas konflik militer yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.

Sindiran tersebut merujuk pada insiden tragis yang terjadi di sebuah sekolah dasar di Minab pada 28 Februari 2026. Serangan udara yang menghantam Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh disebut menjadi salah satu simbol paling menyakitkan bagi warga Iran.

Dalam pernyataannya, Baqaei menyampaikan sindiran pahit terkait penggunaan rudal oleh Amerika Serikat.

“Jika mereka menghemat dua rudal yang ditembakkan ke sekolah di Minab, mereka mungkin masih punya sisa stok untuk digunakan di tempat lain,” ujarnya.

Pernyataan ini menggambarkan betapa dalamnya luka kemanusiaan yang muncul akibat konflik, di mana fasilitas pendidikan pun tak luput dari serangan.

Tentara AS Bisa Jadi “Makanan Hiu”

Di sisi lain, ancaman dari militer Iran juga semakin keras. Komando pertahanan udara Iran Khatam al-Anbia melalui juru bicaranya, Ebrahim Zolfaqari, mengeluarkan peringatan serius terhadap kemungkinan invasi darat oleh Amerika Serikat.

Advertisement

Peringatan tersebut ditujukan langsung kepada Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya disebut mempertimbangkan opsi operasi militer lanjutan di wilayah Iran.

Zolfaqari menegaskan bahwa setiap tentara AS yang mencoba memasuki wilayah Iran akan menghadapi konsekuensi fatal.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID