Macron Tolak Operasi Militer di Selat Hormuz: Bukan Solusi dan Tidak Realistis!

news.fin.co.id - 02/04/2026, 19:54 WIB

Macron Tolak Operasi Militer di Selat Hormuz: Bukan Solusi dan Tidak Realistis!

Presiden Prancis Emmanuel Macron (Twitter)

fin.co.id - Presiden Prancis , Emmanuel Macron , menegaskan bahwa Amerika Serikat , Donald Trump , yang meminta sekutu NATO mengambil langkah lebih agresif di jalur laut strategi tersebut.

Sikap Macron menyoroti adanya perbedaan pandangan tajam antara Prancis dan Amerika Serikat dalam menanggapi eskalasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, khususnya di jalur vital distribusi energi global.

Pernyataan Macron disampaikan saat ia melakukan kunjungan resmi ke Korea Selatan . Dalam kesempatan itu, Macron menanggapi wacana penggunaan kekuatan militer untuk membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz yang sebelumnya didorong oleh Amerika Serikat.

Advertisement

Menurut Macron, pendekatan militer tidak hanya sulit diwujudkan tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko yang jauh lebih besar bagi keamanan regional maupun global.

“Sebagian pihak memang mendorong ide membuka Selat Hormuz dengan kekuatan militer, posisi yang kadang disuarakan AS, meski berubah-ubah,” ujar Macron kepada wartawan di Seoul.

Ia menambahkan bahwa operasi militer di wilayah tersebut justru dapat memicu konflik berkepanjangan dan membahayakan kapal-kapal yang melintas di jalur tersebut.

Namun itu tidak pernah menjadi opsi yang kami dukung karena tidak realistis. Prosesnya akan sangat lama dan akan membuat pihak yang melintas di selat itu terpapar risiko, baik dari Garda Revolusi maupun rudal balistik, tegas Macron.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab ini menjadijalur utama pengiriman minyak global.

Diperkirakan sekitar perdagangan minyak dunia melewati wilayah tersebut setiap harinya. Oleh karena itu, setiap ketegangan yang terjadi di kawasan ini dapat berdampak langsung pada pasar energi global.

Ketegangan terbaru di wilayah tersebut meningkat setelah konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Situasi ini membuat keamanan jalur pelayaran internasional menjadi perhatian utama banyak negara.

Sikap Prancis yang menolak opsi militer juga menunjukkan kekhawatiran sejumlah negara Eropa terhadap pendekatan lebih agresif yang didorong oleh Washington.

Prancis merupakan salah satu anggota penting dalam persekutuan militer Barat, yaitu NATO . Namun perbedaan strategi dalam menangani konflik global sering kali muncul di antara anggota aliansi tersebut.

Advertisement

Sejumlah pengamat menilai bahwa dorongan Amerika Serikat agar negara-negara NATO mengambil tindakan militer di Selat Hormuz berpotensi memicu perpecahan di dalam aliansi.

Bagi negara-negara Eropa, stabilitas kawasan Timur Tengah lebih dicapai baik melalui pendekatan diplomasi dan kerja sama internasional , bukan melalui eskalasi militer.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID