Hukum dan Kriminal . 02/04/2026, 20:08 WIB

SURAT UNTUK KAPOLRI TAK DIBALAS! Aipda Vicky Katiandagho Pilih LEPAS SERAGAM COKELAT: DIMUTASI saat Bongkar Kasus Korupsi Pejabat

Penulis : Rizal Husen  |  Editor : Rizal Husen

fin.co.id - Dunia kepolisian Indonesia diguncang oleh pengakuan berani dari seorang bintara Polri: Aipda Vicky Aristo Katiandagho. Mantan Kanit Tipidkor Sat Reskrim Polres Minahasa ini secara resmi sudah mundur dari institusi Polri pada Rabu, 1 April 2026.

Sebelum memutuskan melepas seragam cokelatnya, Vicky Katiandagho sempat mencoba menempuh jalur resmi. Dia memberanikan diri bersurat kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (TB-1) di Jakarta.

Namun, hingga hari pengunduran dirinya, Sang Jenderal belum membalas atau merespons surat dari anak buahnya tersebut.

Belum jelas betul apakah surat itu tertahan di tingkat birokrasi bawah atau memang sengaja tidak dijawab.

Video pengunduran diri Vicky Katiandagho dari Polri ini viral di media sosial. Langkah ini diambil setelah dia merasa perjuangannya membongkar korupsi besar di Sulawesi Utara dihambat oleh kekuatan internal.

Vicky Katiandagho pun secara terbuka mengungkapkan kasus dugaan korupsi pengadaan tas ramah lingkungan di Minahasa, yang melibatkan pejabat penting, menemui jalan buntu.

Ironisnya, kegagalan penyidikan ini diduga kuat karena adanya pengaruh kedekatan antara pihak terkait dengan pejabat utama di Polda Sulawesi Utara (Polda Sulut).

“Kabar terakhir yang saya dengar, jaksa penuntut umum sudah mengirim surat P17 untuk menanyakan perkembangan perkara. Namun karena perkara sudah tidak ditangani, maka jaksa telah mengembalikan SPDP kepada penyidik. Perkara itu tidak berjalan lagi karena ada faktor kedekatan dengan salah satu pejabat utama di Polda Sulut,” tegas Vicky dalam rekaman video yang kini viral.

Karier Vicky Katiandagho mulai menemui hambatan serius saat ia mencium aroma busuk dalam program pengadaan tas ramah lingkungan Bupati Minahasa tahun 2020.

Saat ia dan timnya sedang intens berkoordinasi dengan BPKP Sulut untuk menghitung kerugian negara, sebuah "tangan tak terlihat" diduga bekerja.

Secara mendadak, Vicky dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud—wilayah pelosok di perbatasan yang jauh dari lokasi perkara—sebuah langkah yang diduga kuat dan diyakini publik sebagai upaya "pengamanan" terhadap target bidikannya.

VIRAL! Aipda Vicky Katiandagho ‘LEPAS SERAGAM COKELAT ’ Usai Bongkar KORUPSI PEJABAT: Sekali Bhayangkara Tetap Bhayangkara! VIRAL, Aipda Vicky Katiandagho ‘LEPAS SERAGAM COKELAT ’ Usai Bongkar KORUPSI PEJABAT

Komitmen Sekali Bhayangkara Tetap Bhayangkara

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com