Hukum dan Kriminal . 02/04/2026, 20:08 WIB
Penulis : Rizal Husen | Editor : Rizal Husen
Keputusan mundur dari Polri bukan tanpa beban emosional. Dalam video perpisahan yang viral tersebut, Vicky Katiandagho terlihat tak kuasa membendung air mata saat memeluk putrinya di depan Gedung Utama Polda Sulawesi Utara.
Bagi Vicky, melepas seragam cokelat adalah satu-satunya cara untuk menjaga kehormatan jiwanya yang tak ingin berkompromi dengan ketidakadilan.
Meskipun statusnya bukan lagi anggota Polri aktif, Vicky menegaskan semangat perlindungan dan keadilan akan tetap dia bawa.
“Kapan pun baju cokelat ini bisa tanggal. Tetapi jiwa, SEKALI BHAYANGKARA SELAMANYA BHAYANGKARA. I Love KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA. I Quit,” tulisnya dalam unggahan Instagram yang menyentuh hati netizen.
Perjalanan kasus yang ditangani Vicky menunjukkan pola hambatan yang sistematis. Berikut adalah timeline perkara hingga akhirnya menguap:
Hingga saat ini, pihak Polda Sulawesi Utara masih bungkam terkait tudingan intervensi pejabat utama maupun kelanjutan nasib perkara korupsi tas tersebut.
Pengunduran diri Vicky Katiandagho kini menjadi simbol perlawanan terhadap dugaan praktik "tebang pilih" dalam penegakan hukum di Indonesia. Publik mendesak adanya transparansi dan evaluasi menyeluruh agar integritas polisi jujur tidak lagi tergerus oleh kepentingan oknum tertentu.
Eks Kanit Tipidkor Vicky Katiandagho Bongkar Alasan Kasus KORUPSI MANDEK: Ada Kedekatan dengan PEJABAT UTAMA Polda Sulut
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media