Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Infectious Diseases menyebut varian BA.3.2 sebagai “varian saltasi potensial.”
Istilah ini merujuk pada varian virus yang mengalami lonjakan mutasi secara cepat dalam waktu relatif singkat.
Dalam analisis awal, varian ini tercatat memiliki sekitar 70 hingga 75 mutasi pada spike protein.
Spike protein merupakan bagian penting dari virus SARS-CoV-2 karena berfungsi membantu virus menempel dan masuk ke dalam sel manusia.
Jumlah mutasi tersebut tergolong sangat tinggi dibandingkan banyak varian COVID sebelumnya.
Berdasarkan laporan CDC dan sejumlah studi ilmiah, tingginya jumlah mutasi tersebut berpotensi membuat virus lebih mudah:
-
Menghindari perlindungan imun dari infeksi sebelumnya
-
Mengurangi efektivitas antibodi hasil vaksinasi
Namun demikian, hasil penelitian laboratorium juga menunjukkan bahwa kemampuan varian BA.3.2 untuk menempel pada reseptor ACE2 di paru-paru tidak sekuat beberapa varian lain.
Hal ini membuat para ilmuwan masih terus meneliti apakah varian ini benar-benar lebih menular atau justru memiliki dampak yang lebih ringan.
Gejala Varian Cicada Masih Mirip COVID Sebelumnya
Dari sisi gejala, varian “Cicada” tidak menunjukkan perbedaan mencolok dibandingkan varian COVID sebelumnya.
Gejala yang paling sering dilaporkan antara lain:
-
Batuk
-
Demam
-
Kelelahan
-
Pilek
-
Sakit tenggorokan
Keluhan tersebut masih sangat mirip dengan gejala yang ditemukan pada infeksi COVID-19 varian sebelumnya.
Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan bahwa varian BA.3.2 menyebabkan penyakit dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibanding varian lain.