Dunia Sorot Kelas Digital RI, 288 Ribu Papan Interaktif Ubah Cara Belajar 21 Juta Siswa

news.fin.co.id - 03/04/2026, 13:25 WIB

Dunia Sorot Kelas Digital RI, 288 Ribu Papan Interaktif Ubah Cara Belajar 21 Juta Siswa

Sejumlah siswa mengakses ujian digital melalui platform PIJAR saat pelaksanaan PAS Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026.

fin.co.id – Transformasi pendidikan digital di Indonesia mendapat perhatian global seiring masifnya penggunaan papan tulis interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) di ruang kelas. Sorotan tersebut datang dari platform media internasional Global South World yang menilai langkah Indonesia sebagai upaya konkret menuju sistem pembelajaran yang lebih modern, adaptif, dan inklusif.

Dalam unggahannya, Global South World menampilkan antusiasme siswa saat menggunakan teknologi IFP. Proses belajar terlihat lebih hidup, dengan keterlibatan aktif siswa dalam memahami materi.

Sejumlah siswa mengaku metode ini jauh lebih mudah dipahami dibandingkan cara konvensional.

“Lebih gampang dicerna,” ujar salah seorang siswa, sementara lainnya menilai tampilan visual membuat pembelajaran tidak membosankan, Jumat, 3 April 2026.

Advertisement

Data yang diungkap menunjukkan sekitar 288.000 layar interaktif telah digunakan di berbagai sekolah di Indonesia, menggantikan papan tulis konvensional. Program ini juga telah menjangkau sekitar 21 juta siswa hingga November 2025, dengan dukungan pelatihan kepada lebih dari 55.000 guru.

Teknologi ini memungkinkan penyampaian materi secara visual dan interaktif, sehingga meningkatkan fokus dan partisipasi siswa di kelas. Selain itu, IFP juga membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang lebih variatif dan efektif.

Dampaknya, minat siswa terhadap berbagai mata pelajaran ikut meningkat. Beberapa siswa mengaku lebih menyukai pelajaran informatika, sementara lainnya merasa matematika menjadi lebih menarik dan menyenangkan.

Tak hanya itu, pemanfaatan teknologi ini juga membuka akses belajar yang lebih luas, termasuk bagi siswa dengan minat non-akademik seperti olahraga, melalui konten digital yang dapat diakses langsung di kelas.

Menariknya, papan interaktif ini dirancang fleksibel karena dapat digunakan secara online maupun offline. Bahkan, tersedia opsi penggunaan tenaga surya untuk menjangkau daerah yang belum teraliri listrik.

Dengan inovasi ini, Indonesia dinilai semakin mempercepat langkah menuju pemerataan pendidikan digital, sekaligus memastikan seluruh siswa mendapatkan akses pembelajaran yang berkualitas di era modern.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID