-
67 gempa berpusat di laut selatan Pulau Jawa
-
44 gempa berpusat di daratan
Wilayah selatan Jawa memang dikenal sebagai salah satu zona aktif gempa karena berada di jalur pertemuan lempeng tektonik.
Zona ini merupakan bagian dari kawasan subduksi tempat Lempeng Indo-Australia bertumbukan dengan Lempeng Eurasia, yang kerap memicu aktivitas seismik di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
Lima Gempa Dirasakan Masyarakat
Sepanjang Maret 2026, BMKG mencatat terdapat lima gempa bumi yang dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Salah satu gempa yang cukup terasa terjadi pada 13 Maret 2026 pukul 02.18 WIB.
Gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 5,4 dengan pusat gempa berada di koordinat 7,96 LS dan 106,92 BT pada kedalaman sekitar 3 kilometer.
Lokasi episentrum gempa berada sekitar 115 kilometer barat daya Kota Sukabumi di wilayah Sukabumi.
Getaran gempa dirasakan di berbagai daerah dengan intensitas berbeda, antara lain:
-
Cidolog dan Ciracap dengan intensitas IV MMI
-
Garut dan Tasikmalaya sekitar III–IV MMI
-
Cidahu, Cimanggu, Jampang Tengah, Kadupandak, Tegal Buleud, dan Cijati sekitar III–IV MMI
-
Bayah, Kabupaten Bandung, Klapanunggal, dan Campaka sekitar III MMI
-
Pangandaran dan Ciamis sekitar II–III MMI
Skala MMI atau Modified Mercalli Intensity digunakan untuk menggambarkan tingkat guncangan gempa yang dirasakan oleh manusia dan dampaknya terhadap lingkungan.
Aktivitas Petir Tembus Dua Juta Kejadian
Selain gempa bumi, BMKG juga mencatat fenomena cuaca ekstrem berupa sambaran petir dalam jumlah sangat tinggi.
Sepanjang Maret 2026 tercatat 2.011.970 kejadian petir di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
Hari dengan aktivitas petir tertinggi terjadi pada 28 Maret 2026, dengan jumlah mencapai 240.613 sambaran.