fin.co.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat terkait belum maksimalnya pelayanan publik dan pemerataan pembangunan selama masa jabatannya.
Pernyataan tersebut disampaikan Maesyal di hadapan warga, pengurus RW, dan jemaah majelis taklim saat menghadiri silaturahmi serta halalbihalal di Perumahan Tangerang Elok, Kecamatan Pasar Kemis, dikutip FIN Sabtu (4/4/2026).
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya memohon maaf lahir dan batin. Kami menyadari masih ada kekurangan dalam melayani masyarakat. Hal ini menjadi bahan evaluasi serius kami ke depan,” ujar Maesyal.
Dalam kesempatan tersebut, Maesyal menjelaskan bahwa luasnya wilayah Kabupaten Tangerang yang mencapai 1.050 kilometer menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Ia menyebut pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kapasitas anggaran daerah.
Maesyal meminta masyarakat untuk bersabar, terutama terkait proyek yang belum rampung. Menurutnya, pemerintah melalui Dinas Bina Marga tengah berupaya melakukan percepatan, termasuk proses lelang proyek di sejumlah wilayah seperti Pakuhaji dan sekitarnya agar perbaikan jalan segera terealisasi.
“Yang belum selesai mohon bersabar karena kemampuan keuangan daerah terbatas. Namun, kami terus berupaya agar pembangunan berjalan optimal dan merata,” katanya.
Selain infrastruktur jalan, Maesyal menekankan fokus pemerintah pada program perlindungan sosial. Beberapa di antaranya meliputi sekolah gratis, beasiswa, hingga program bedah rumah bagi warga yang tinggal di hunian tidak layak.
Terkait penanganan banjir di wilayah Pasar Kemis, Maesyal mengklaim upaya normalisasi saluran air dan pembangunan tanggul mulai membuahkan hasil. Ia pun mengajak masyarakat untuk bersinergi menjaga kebersihan lingkungan agar aliran air tetap lancar.
Suyanti, salah satu warga yang hadir, mengapresiasi kehadiran Bupati di tengah mereka. Ia menilai dialog langsung seperti ini penting untuk menyampaikan aspirasi warga yang merasa dampaknya secara langsung.
"Kehadiran beliau membawa perubahan nyata bagi lingkungan kami, terutama dalam mendengar keluhan warga di bawah," tutur Suyanti.