Agar lebih meyakinkan, peserta sebaiknya memberikan jawaban yang lebih pribadi dan konkret .
Misalnya dengan menjelaskan pengalaman pribadi, nilai hidup, atau alasan khusus memilih instansi tertentu.
Dengan cara ini, asesor dapat melihat keseriusan serta komitmen peserta dalam menjadi ASN.
4. Tidak adanya Soft Skill yang Kuat
Selain kemampuan teknis, profiling ASN juga menilai berbagai soft skill yang dimiliki peserta.
Beberapa kemampuan yang biasanya diukur antara lain:
-
Kemampuan komunikasi
-
Etika kerja
-
Kemampuan bekerja dalam tim
-
Integritas
-
Kepemimpinan
Peserta juga disarankan menonjolkan nilai-nilai dasar ASN yaitu BerAKHLAK , yang meliputi:
-
Berorientasi Pelayanan
-
Akuntabel
-
Kompeten
-
Harmoni
-
Setia
-
Adaptif
-
Kolaboratif
Menunjukkan keselarasan dengan nilai ini dapat memberikan nilai tambah dalam proses penilaian.
5. Memperhatikan Penampilan dan Bahasa Tubuh
Jika tahap profiling dilakukan melalui wawancara, penampilan menjadi salah satu faktor penting.
Peserta sebaiknya tampil profesional dengan:
-
pakaian rapi
-
contoh tubuh yang percaya diri
-
suara jelas saat berbicara
-
kontak mata yang baik
Hal sederhana seperti senyum yang tepat dan sikap tenang dapat memberikan kesan positif kepada asesor.