Megapolitan . 05/04/2026, 16:34 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Insiden keracunan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, menuai perhatian publik.
Menyanggapi peristiwa tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada para korban dan masyarakat.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang , menegaskan bahwa pemerintah akan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh korban yang terdampak dalam kejadian tersebut.
Ia memastikan bahwa semua biaya pengobatan keracunan korban akan ditanggung oleh pemerintah.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ujar Nanik dalam keterangannya, ditulis, Minggu, 5 April 2026.
Sebagai langkah tanggung jawab atas kejadian tersebut, BGN langsung mengambil tindakan tegas.
Salah satunya dengan menghentikan sementara operasional dapur yang menjadi sumber distribusi makanan dalam program MBG di kawasan Pondok Kelapa.
Dapur tersebut berada di bawah pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) .
Menurut Nanik, penghentian operasional ini dilakukan setelah tim BGN melakukan penelusuran terhadap kondisi dapur.
Hasilnya, ditemukan bahwa dapur tersebut belum sepenuhnya memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan .
“Kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak, masih belum memenuhi standar,” jelas Nanik.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media