Megapolitan . 05/04/2026, 16:34 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Saat kejadian berlangsung, siswa menerima menu makan bergizi gratis yang terdiri dari beberapa jenis makanan.
Menu yang disajikan meliputi:
Spageti Bolognese
bola-bola daging
telur orak-arik tahu
sayuran campur
buah
stroberiMenu tersebut sebenarnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa.
Namun diduga terdapat masalah pada kualitas makanan saat disajikan.
BGN menyebutkan bahwa dugaan sementara penyebab keracunan berkaitan dengan kondisi makanan yang tidak lagi segar saat dikonsumsi.
Hal ini diduga terjadi karena jeda waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan waktu konsumsi .
Menurut Nanik, kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas makanan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
“Jika jarak antara waktu memasak dan waktu makan terlalu lama, kualitas makanan bisa menurun dan berpotensi memicu masalah kesehatan,” jelasnya.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, BGN memastikan bahwa seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
Kondisi para siswa saat ini dilaporkan membaik setelah mendapat perawatan di rumah sakit.
Tim medis juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi korban pulih sepenuhnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media