Internasional . 06/04/2026, 20:38 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Dari berbagai pernyataan resmi pemerintah Iran, terdapat beberapa alasan utama mengapa negara-negara tersebut mendapatkan akses khusus.
Beberapa faktor yang menentukan antara lain:
Tidak bersekutu dengan pihak yang dianggap musuh Iran , terutama Amerika Serikat dan Israel .
Mematuhi protokol keamanan yang diberlakukan selama konflik sedang berlangsung.
Menjalin hubungan diplomatik yang stabil dengan Iran.
Aktif melakukan komunikasi dan koordinasi bilateral dengan pemerintah Iran.
Iran juga menegaskan bahwa jika keamanan nasional mereka terganggu, maka jalur Selat Hormuz berpotensi menjadi tidak aman bagi semua pihak.
Oleh karena itu, kontrol terhadap siapa saja yang boleh melintas menjadi semakin ketat.
Pertanyaan yang banyak muncul adalah bagaimana posisi Indonesia dalam situasi ini.
Indonesia memang tidak termasuk dalam daftar negara yang secara eksplisit disebut mendapatkan izin bebas di seluruh Selat Hormuz.
Namun hal itu bukan berarti Indonesia dilarang sepenuhnya.
Faktanya, dua kapal tanker milik Pertamina sempat tertahan di kawasan tersebut akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran langsung melakukan diplomasi secara intensif.
Hasilnya, Iran memberikan respon positif terhadap permintaan Indonesia agar kapal tanker tersebut dapat melintas dengan aman.
Namun prosesnya tidak otomatis dan tetap memerlukan negosiasi serta memuat sejumlah persyaratan teknis.
Ada beberapa faktor yang membuat Indonesia belum masuk dalam daftar negara prioritas termasuk Iran.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media