Layanan Kesehatan di Tangsel Didorong Setara RS Swasta

news.fin.co.id - 07/04/2026, 17:20 WIB

Layanan Kesehatan di Tangsel Didorong Setara RS Swasta

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, saat menanggapi kasus pelecehan seksual di SD Negeri Rawabuntu 01. (rfh)

fin.co.id -  Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengevaluasi kinerja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bidang kesehatan guna memacu transformasi layanan publik agar setara dengan standar rumah sakit swasta profesional. Selain penguatan kualitas medis, aspek hospitalitas dan infrastruktur menjadi fokus utama pengembangan.

Langkah ini mencakup evaluasi menyeluruh terhadap pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), rumah sakit umum daerah (RSUD), hingga laboratorium kesehatan daerah (labkesda). Indikator penilaian meliputi capaian pendapatan, kualitas layanan, kelengkapan fasilitas, serta kesiapan sumber daya manusia.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyatakan, fasilitas kesehatan milik pemerintah tidak boleh lagi sekadar menjadi pilihan terakhir bagi masyarakat. Ia mendorong faskes publik untuk berani bersaing dengan rumah sakit swasta besar yang telah menjadi destinasi wisata kesehatan (health tourism).

"Selama ini Tangsel mendapat predikat baik dari Kementerian Kesehatan. Namun, kita harus melihat standar yang lebih tinggi, seperti Eka Hospital atau Premier Bintaro. Jadi, bukan hanya penanganan medis, melainkan juga sisi hospitalitasnya," ujar Pilar seusai monitoring evaluasi BLUD kesehatan semester II-2025 di Puspemkot Tangsel, Senin (6/4/2026).

Advertisement

Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah rencana pembangunan gedung baru di RSUD Tangsel. Fasilitas ini diproyeksikan memiliki visi layanan setara RSCM Kencana, yang mampu melayani pasien asuransi maupun pasien umum dengan standar premium.

Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkot Tangsel membuka peluang investasi dan kerja sama pembiayaan guna meningkatkan kualitas infrastruktur. Pilar menegaskan pentingnya konsistensi layanan di seluruh lini.

"Saya minta pelayanan di semua puskesmas memiliki standar yang sama baiknya. Masyarakat harus mendapatkan pengalaman medis yang berkualitas dan konsisten di mana pun mereka berobat. Ke depan, semuanya harus unggul," kata Pilar.

Selain aspek pelayanan, evaluasi berkala ini bertujuan menjaga keberlanjutan finansial BLUD. Kemandirian anggaran diharapkan dapat memicu inovasi pelayanan dan pengembangan fasilitas secara mandiri dan berkelanjutan tanpa terus bergantung sepenuhnya pada APBD.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.