fin.co.id - Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketidakpastian kondisi energi global.
Kebijakan yang mulai berlaku efektif per 1 April 2026 ini menyasar pegawai di bagian administrasi atau back office. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) menjamin operasional pelayanan publik yang bersifat mendesak tidak akan terganggu.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyatakan, kebijakan ini merupakan bentuk kepatuhan daerah terhadap instruksi pemerintah pusat. "Kami mengikuti arahan pusat. Namun, yang terpenting pelayanan strategis kepada masyarakat tetap menjadi prioritas dan tidak boleh terhambat," ujar Pilar di Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Selasa (7/4/2026).
Pilar menjelaskan, mobilitas harian ASN memberikan kontribusi cukup besar terhadap penggunaan bahan bakar. Dengan meniadakan perjalanan dinas ke kantor selama satu hari dalam sepekan, pemerintah berharap ada penghematan anggaran energi yang signifikan.
“Secara sederhana, satu hari WFH bisa menekan biaya bensin cukup besar. Ini bagian dari upaya kolektif menghadapi kondisi energi nasional,” lanjutnya.
Untuk menjaga fungsi pelayanan, Pemkot Tangsel tetap menyiagakan petugas di sektor-sektor krusial. Layanan seperti administrasi kependudukan (pembuatan KTP) dan fasilitas kesehatan dipastikan tetap beroperasi secara tatap muka di kantor masing-masing.
Pilar juga memberikan peringatan keras kepada ASN agar tidak menyalahgunakan kebijakan ini untuk kepentingan pribadi, seperti bepergian ke luar kota. Pengawasan ketat akan dilakukan secara berjenjang oleh setiap kepala perangkat daerah.
“WFH itu tetap bekerja, hanya lokasinya di rumah. Jika ada yang melanggar dan justru bepergian, sanksi administratif sudah menanti,” tegas Pilar.
Kebijakan ini akan terus dievaluasi secara berkala sesuai dengan perkembangan situasi nasional. Selain WFH, Pemkot Tangsel juga mengklaim terus memperkuat ekosistem transportasi publik, termasuk optimalisasi bus sekolah, guna mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi dalam jangka panjang.