Siap-Siap! Harga BBM Nonsubsidi Bakal Naik, Seperti Apa Formulanya? Menteri Bahlil Buka Suara!

news.fin.co.id - 07/04/2026, 20:43 WIB

Siap-Siap! Harga BBM Nonsubsidi Bakal Naik, Seperti Apa Formulanya? Menteri Bahlil Buka Suara!
Cek Harga BBM Awal Tahun 2026: Pertamax Jadi Rp12.350, Shell dan Vivo Ikut Anjlok 013711

Cek Harga BBM Awal Tahun 2026: Pertamax Jadi Rp12.350, Shell dan Vivo Ikut Anjlok 013711

Siap-Siap! Harga BBM Nonsubsidi Bakal Naik, Seperti Apa Formulanya? Menteri Bahlil Buka Suara!
Cek Harga BBM Awal Tahun 2026: Pertamax Jadi Rp12.350, Shell dan Vivo Ikut Anjlok 013711

SPBU BBM

Dokumen tersebut mencantumkan bahwa HIP untuk bensin RON 92 diperkirakan naik sekitar 62,99 persen, sementara gasoil atau solar melonjak hingga 91,30 persen.

Berdasarkan rincian yang beredar, beberapa harga BBM diproyeksikan mengalami kenaikan sebagai berikut:

  • Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 17.850 per liter

  • Pertamax Green 95 menjadi sekitar Rp 19.150 per liter

  • Pertamax Turbo diperkirakan mencapai Rp 19.450 per liter

  • Pertamina Dex naik hingga Rp 23.950 per liter

  • Dexlite diperkirakan mencapai Rp 23.650 per liter

Kenaikan paling besar disebut terjadi pada jenis solar nonsubsidi.

Advertisement

Pertamina Bantah Dokumen Kenaikan Harga BBM

Namun demikian, pihak PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa dokumen yang beredar tersebut tidak dapat dipastikan kebenarannya.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan informasi mengenai proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Baron melalui keterangan tertulis.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keputusan resmi terkait harga BBM masih menunggu kebijakan pemerintah.

Strategi Pemerintah Menjaga Harga BBM Bersubsidi

Di tengah potensi kenaikan harga BBM nonsubsidi, pemerintah tetap berupaya mempertahankan stabilitas harga BBM bersubsidi.

Salah satu strategi yang ditempuh adalah dengan membebankan sebagian kenaikan biaya penyediaan BBM kepada Pertamina.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa Pertamina dinilai masih mampu menanggung beban tersebut karena memiliki kondisi keuangan yang cukup kuat.

Menurutnya, pemerintah juga rutin membayar sekitar 70 persen kewajiban kompensasi setiap bulan, sehingga likuiditas perusahaan tetap terjaga.

Advertisement
Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID