Ancaman El Nino ‘Godzilla’, Mentan Minta Importir Tahan Harga Pangan

news.fin.co.id - 08/04/2026, 16:03 WIB

Ancaman El Nino ‘Godzilla’, Mentan Minta Importir Tahan Harga Pangan

Menteri pertanian Andi Amran Sulaiman - Dok. Tangkapan Layar -

fin.co.id - Pemerintah mulai bersiap menghadapi potensi dampak El Nino ekstrem yang disebut sebagai “El Nino Godzilla” serta gangguan pasokan global. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, langkah antisipasi dilakukan dengan memperketat pengawasan harga pangan.

Amran mengimbau para importir, khususnya kedelai, agar tidak menaikkan harga secara berlebihan dan tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat.

“Nanti kami kumpulkan para importir. Jangan menaikkan harga terlalu tinggi,” tegasnya, Rabu, 8 April 2026.

Selain pengendalian harga, pemerintah juga fokus menjaga ketersediaan bahan pokok, terutama beras. Amran memastikan kondisi stok pangan nasional saat ini berada dalam kondisi sangat aman.

Advertisement

“Posisinya sangat aman. Bukan sekadar aman, tetapi sangat aman. Selanjutnya, kita fokus pada langkah menghadapi El Nino,” ujarnya.

Kementerian Pertanian akan terus melakukan pemantauan serta koordinasi intensif dengan pemerintah daerah guna memastikan distribusi pangan berjalan lancar.

Amran mengungkapkan, stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 4,6 juta ton dan diproyeksikan meningkat menjadi 5 juta ton pada April 2026.

Sementara itu, berdasarkan pengalaman saat El Nino, kebutuhan beras selama musim kemarau sekitar 2 juta ton per bulan atau total 12 juta ton untuk enam bulan.

“Artinya, hingga sekitar Mei ke depan kita masih dalam kondisi cukup,” jelasnya.

Pemerintah juga telah mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan ke depan. Dengan adanya puncak panen pada Maret dan durasi musim kering yang terbatas, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di tengah tekanan global serta perubahan iklim yang semakin ekstrem.

Bianca Khairunnisa/Disway 

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID