Mengingat sifat kemarau yang "Bawah Normal" atau lebih kering, BMKG memberikan peringatan keras kepada pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan langkah antisipasi konkret guna menghindari bencana kemanusiaan.
- Revitalisasi sumber air: pemerintah perlu mempercepat perbaikan waduk, embung, dan sistem distribusi air bersih guna menjaga ketersediaan air domestik bagi warga.
- Siaga kebakaran hutan (karhutla): kondisi vegetasi yang sangat kering akan meningkatkan risiko kebakaran lahan secara spontan. Pemantauan titik panas (hotspot) harus ditingkatkan di Sumatera dan Kalimantan.
- Kesehatan publik: penurunan kualitas udara akibat debu dan potensi asap karhutla harus diantisipasi dengan penyediaan masker dan fasilitas kesehatan yang memadai.
Meskipun hujan masih sesekali turun di awal tahun, tren cuaca menuju Agustus 2026 menunjukkan arah yang jelas: Indonesia akan menghadapi ujian berat dalam ketahanan pangan dan air. Akankah infrastruktur air kita mampu menahan gempuran El Nino kali ini?