fin.co.id - Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendadak geger akibat kehadiran seorang wanita berinisial SE yang sangat percaya diri hendak masuk kerja. Warga asal Menganti tersebut datang dengan atribut lengkap layaknya aparatur sipil negara (ASN) dan membawa Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai bukti legalitasnya.
Momen canggung terjadi saat SE terlihat akrab dan menyalami sejumlah pegawai di lingkungan kantor tersebut. Namun, suasana berubah drastis setelah dilakukan verifikasi terhadap dokumen yang ia bawa. Ternyata, wanita malang ini adalah korban penipuan rekrutmen PNS yang menggunakan modus SK palsu.
Kronologi kejadian bermula pada Senin 6 April 2026, ketika SE menyambangi Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Gresik. Kehadirannya yang berseragam lengkap langsung menarik perhatian Kabag Prokopim Setda Gresik, Imam Basuki. Saat menemui petugas, SE mengklaim dirinya ditempatkan di bagian Humas.
Klaim tersebut langsung memicu kecurigaan karena nomenklatur bagian Humas" sebenarnya sudah dihapus dan berganti menjadi Bagian Prokopim sejak lama.
"Awalnya saya kira ada PNS yang dimutasi dari tempat lain ke Bagian Prokopim. Mbaknya ini bilang ditugaskan di Bagian Humas. Mungkin dapat informasi Bagian Humas kantornya di sini. Padahal Bagian Humas sudah tidak ada," ujar Imam saat dikonfirmasi, Kamis (9/4).
Insting Imam terbukti benar saat ia memeriksa lebih detail lembaran SK pengangkatan tahun 2024 yang sudah dilegalisasi tersebut. Meski mencantumkan nama pejabat berwenang di lingkungan Pemkab Gresik, terdapat kejanggalan mencolok pada aspek administratif.
"Bawa SK pengangkatan PNS tahun 2024 dilegalisir. Di SK tertera nama pejabat Pemkab Gresik. Setelah kami cek ternyata nama sama tapi tanda tangannya tak sama," ucapnya.
Ironisnya, SE diduga tidak sendirian menjadi target komplotan penipu ini. Berdasarkan pengakuan korban, diperkirakan ada belasan orang lain yang mengalami nasib serupa dan dijanjikan mulai bekerja di lokasi berbeda pada waktu yang bersamaan.
"Korban bilang, temannya banyak yang seperti dirinya, ada puluhan orang antara 12-15 orang, sama-sama dapat penugasan jadi PNS di Gresik pada hari sama di tempat berbeda. Coba ditanyakan langsung ke BKPSDM," katanya.
Merespons temuan ini, Kepala BKPSDM Kabupaten Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, memastikan pihaknya sudah bergerak untuk melakukan investigasi lebih lanjut guna mengungkap jaringan di balik peredaran SK palsu tersebut.
"Iya, ini masih ditelusuri sama tim kita," ujar Agung. *