Setelah Motor Listrik, Giliran Anggaran Kaos Kaki BGN Tuai Sorotan

news.fin.co.id - 11/04/2026, 14:46 WIB

Setelah Motor Listrik, Giliran Anggaran Kaos Kaki BGN Tuai Sorotan

Badan Gizi Nasional (BGN)

fin.co.id -  Belum usai sorotan publik terkait pengadaan ribuan unit sepeda motor listrik, Badan Gizi Nasional (BGN)  kembali menjadi perbincangan setelah rincian anggaran belanja tahun 2025 mengungkapkan alokasi dana sebesar Rp 6,9 miliar hanya untuk pengadaan kaos kaki. Anggaran ini dinilai kontras mengingat porsi belanja untuk sektor makanan justru tercatat sebagai yang terkecil dalam postur anggaran lembaga tersebut.

Berdasarkan data rencana belanja tahun 2025, BGN mengalokasikan Rp 6,9 miliar untuk pengadaan sekitar 17.000 pasang kaos kaki bagi Satuan Petugas Program Gizi (SPPG). Jika dirata-rata, harga satu pasang kaos kaki berdasarkan e-katalog tersebut mencapai Rp 100.000. Pengadaan ini merupakan bagian dari paket belanja pakaian kerja dan perlengkapan operasional dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah melalui keterangan resminya menyatakan bahwa anggaran tersebut bukan merupakan belanja konsumtif. Pengadaan kaos kaki bersama seragam dan sepatu diklaim sebagai standar operasional untuk mendukung kebersihan, keamanan, dan profesionalitas petugas lapangan yang terlibat langsung dalam distribusi gizi.

Namun, struktur anggaran ini memicu kritik terkait skala prioritas. Di saat belanja kendaraan listrik mencapai Rp 1,2 triliun dan pengadaan perangkat keras seperti tablet menghabiskan Rp 830,1 miliar, anggaran untuk sektor makanan justru hanya dijatah sebesar Rp 242,8 miliar.

Advertisement

Selain masalah kaos kaki, selisih harga perangkat elektronik juga menjadi perhatian. BGN mengalokasikan Rp 508,4 miliar untuk pembelian tablet Samsung Galaxy Tab Active 5 dengan harga e-katalog sekitar Rp 17,93 juta per unit. Padahal, harga pasaran untuk perangkat serupa saat ini berada di kisaran Rp 9 juta hingga Rp 12 juta.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Badan Gizi Nasional belum memberikan tanggapan resmi tambahan mengenai rincian selisih harga dan urgensi pengadaan perlengkapan yang menelan biaya besar tersebut. *** 

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.