Internasional . 12/04/2026, 09:03 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Situasi konflik di kawasan Timur Tengah kembali menjadi perhatian dunia. Setelah hampir 39 hari pertempuran intens, gencatan senjata antara Iran dan blok Amerika Serikat–Israel kini dilaporkan berada dalam kondisi rapuh.
Ketegangan baru muncul menjelang rencana pembicaraan damai yang akan digelar di Pakistan. Kabar terbaru menyebutkan delegasi dari Teheran kemungkinan tidak akan menghadiri perundingan tersebut, sehingga memunculkan kekhawatiran konflik dapat kembali memanas.
Negosiasi yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad pada Sabtu (11 April 2026) semula diharapkan menjadi momentum penting untuk meredakan ketegangan antara kedua pihak.
Menurut laporan kantor berita Fars News Agency yang mengutip sumber internal, delegasi dari Iran disebut tidak berencana menghadiri pembicaraan di Pakistan.
Salah satu penyebab utama ketidakhadiran tersebut adalah ketidakpuasan Teheran terhadap tindakan Israel yang dinilai tidak mematuhi syarat awal gencatan senjata.
Iran sebelumnya menuntut agar Israel menghentikan serangan militernya di Lebanon, terutama yang menyasar kelompok Hizbullah.
Namun, setelah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, Israel dilaporkan masih melakukan serangan udara di Lebanon pada 8 April 2026.
Situasi ini memicu kecurigaan dari pihak Iran bahwa kesepakatan yang telah dicapai tidak sepenuhnya dijalankan.
Di tengah ketegangan tersebut, pemerintah Pakistan tetap mempersiapkan ruang negosiasi bagi kedua pihak.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, sebelumnya menyatakan bahwa negaranya siap menjadi mediator dalam upaya meredakan konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Pakistan berharap perundingan di Islamabad dapat membuka jalan menuju perdamaian jangka panjang di kawasan Asia Barat.
Sharif bahkan sempat menuliskan di platform X bahwa penghentian pertempuran di Lebanon merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai.
Namun pernyataan tersebut kemudian dibantah oleh pihak Israel maupun pemerintah Amerika Serikat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media