Internasional . 12/04/2026, 09:03 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Di sisi lain, Amerika Serikat tetap menunjukkan keseriusannya menghadiri pembicaraan damai tersebut.
Wakil Presiden AS, JD Vance, dilaporkan telah berangkat menuju Pakistan pada Jumat (10 April 2026) untuk memimpin delegasi Washington dalam perundingan yang sangat dinantikan itu.
Delegasi Amerika Serikat juga akan melibatkan beberapa tokoh penting lainnya, antara lain:
Steve Witkoff, utusan khusus pemerintah AS
Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump
Informasi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt.
Sebelum keberangkatannya, JD Vance menyampaikan bahwa pemerintah Amerika Serikat tetap membuka peluang dialog dengan Iran.
Namun, ia menegaskan bahwa negosiasi hanya dapat berjalan jika Teheran benar-benar datang dengan itikad baik.
“Kami menantikan negosiasi tersebut. Saya pikir itu akan positif. Jika Iran bersedia bernegosiasi dengan itikad baik, kami tentu siap mengulurkan tangan,” ujar Vance.
Meski demikian, ia juga memperingatkan bahwa Washington tidak akan menerima jika Iran mencoba memanfaatkan meja perundingan untuk kepentingan strategis tertentu.
“Jika mereka mencoba mempermainkan kita, maka tim perundingan tidak akan menerima hal itu,” tegasnya.
Kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada 7 April 2026 sejatinya berhasil meredakan konflik yang berlangsung selama lebih dari sebulan.
Namun hingga kini, sejumlah aspek penting dari kesepakatan tersebut masih diperdebatkan oleh berbagai pihak.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media