fin.co.id - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi memberikan kemudahan bagi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dalam mengurus administrasi atlet asing yang datang ke Indonesia.
Kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk kompetisi seperti Indonesia Basketball League (IBL), tetapi juga untuk berbagai ajang olahraga lain yang melibatkan pemain asing, seperti Super League dan Proliga.
Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Hendarsam Marantoko, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantisipasi meningkatnya jumlah atlet asing yang masuk ke Indonesia.
Sebagai langkah konkret, Kemenimipas menghadirkan kemudahan dalam proses administrasi bagi atlet profesional dari luar negeri.
"Salah satu fungsi imigrasi adalah sebagai fasilitator, dan itu juga berlaku di bidang olahraga. Ketika saya baru menjabat, saya memiliki gagasan bahwa sektor olahraga harus diberikan kemudahan dalam administrasi," ucap Hendarsam dikutip, Senin, 13 April 2026.
Selain olahraga, pihaknya juga berencana mendorong dua sektor lain, yakni seni-budaya serta sains, melalui pembentukan tim khusus.
"Sebenarnya tidak hanya olahraga, ada dua bidang yang ingin kami dorong dari sisi imigrasi. Ada olahraga, seni dan budaya (termasuk musik dan lain sebagainya) serta sains. Ketiga bidang ini memiliki potensi besar untuk berkembang. Oleh karena itu, kami akan membentuk tim khusus untuk mempermudah proses-proses tersebut," jelasnya.
Langkah ini diambil agar para atlet dan profesional asing mendapatkan pengalaman positif saat datang ke Indonesia.
"Kami tidak ingin ketika atlet atau orang asing datang ke Indonesia menerima kesan yang kurang baik. Sebagai penjaga pintu negara, kita harus menunjukkan wajah yang ramah namun tetap berwibawa," katanya.
Tim khusus di sektor olahraga nantinya juga akan menangani berbagai event internasional yang digelar di Indonesia, seperti MotoGP Mandalika yang memasuki tahun kelima, serta ajang Clash of Legends yang menghadirkan Cristiano Ronaldo dan Alessandro Del Piero di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
"Tim ini akan segera terbentuk. Sebenarnya sudah ada tim yang menangani hal ini, tetapi saya ingin membuatnya lebih spesifik dan fokus pada sektor olahraga. Karena kegiatan olahraga ini tidak pernah berhenti, selalu ada event setiap tahun. Dalam waktu dekat juga akan ada event karate, kemudian otomotif, dan lainnya," terang Hendarsam.
Ia menambahkan, penyelenggaraan event olahraga internasional tidak hanya berdampak pada citra Indonesia, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.
"Kami tidak ingin citra Indonesia kurang baik di mata internasional. Selain itu, kehadiran event olahraga internasional juga berdampak pada pergerakan ekonomi. Di sini, imigrasi juga berperan sebagai fasilitator ekonomi. Ketika atlet datang, ekonomi masyarakat ikut bergerak," sambungnya.
Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari Sekjen DPP Perbasi, Nirmala Dewi. Ia menilai dukungan dari Ditjen Imigrasi sangat membantu, terutama dengan banyaknya agenda internasional yang akan digelar di Indonesia.
Indonesia sendiri telah dipercaya menjadi tuan rumah sejumlah turnamen bergengsi, seperti FIBA U16 Women’s Asia Cup 2027, FIBA U17 Women’s World Cup 2028, FIBA U18 Asia Cup 2028, serta FIBA U19 World Cup 2029.