Perundingan Gagal, AS Resmi Blokade Pelabuhan Iran dan Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

news.fin.co.id - 13/04/2026, 10:00 WIB

Perundingan Gagal, AS Resmi Blokade Pelabuhan Iran dan Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat berpatroli di kawasan strategis Selat Hormuz setelah pengumuman blokade ekonomi terhadap Iran.Foto:khaleejtimes/web

fin.co.id – Eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah mencapai titik baru setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade seluruh pelabuhan di Iran. Langkah drastis ini diambil menyusul kegagalan total perundingan gencatan senjata antara kedua negara yang berlangsung di Pakistan selama akhir pekan kemarin.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa operasi blokade mulai berlaku pada Senin 13 Apri 2026 pukul 10.00 waktu setempat atau sekitar pukul 17.30 WIB. Blokade ini menyasar seluruh kapal yang masuk maupun keluar dari pelabuhan Iran di sepanjang Selat Hormuz yang strategis.

Meskipun melakukan blokade, CENTCOM memberikan pengecualian bagi kapal komersial yang melakukan transit antar-pelabuhan non-Iran. Keputusan ini sedikit melunak dari ancaman awal Trump yang sempat ingin menutup total jalur perairan yang menjadi urat nadi pengiriman 20 persen minyak dunia tersebut.

Harga Minyak Mentah Meroket

Advertisement

Pasar energi global merespons cepat pengumuman blokade tersebut. Harga minyak mentah AS naik tajam hingga 8 persen ke angka 104,24 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent yang merupakan standar internasional terkerek 7 persen menjadi 102,29 per barel.

Lonjakan ini mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap gangguan pasokan energi global. Sebelum konflik pecah pada akhir Februari lalu, harga minyak Brent masih berada di kisaran 70 per barel.

Kebuntuan Diplomasi Nuklir

Kegagalan perundingan di Pakistan dipicu oleh ketidaksepakatan terkait ambisi nuklir Teheran. Wakil Presiden AS, JD Vance, menegaskan bahwa Washington memerlukan komitmen nyata bahwa Iran tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir.

Beberapa poin "garis merah" yang ditolak oleh negosiator Iran meliputi:

Penghentian total pengayaan uranium.

Pembongkaran fasilitas pengayaan utama.

Pengakhiran dukungan dana bagi kelompok Hamas, Hizbullah, dan pemberontak Houthi.

Pembukaan penuh Selat Hormuz untuk lalu lintas global.

Advertisement

Di sisi lain, juru bicara parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, membalas ancaman AS dengan peringatan keras. "Jika Anda memilih berperang, maka kami akan melawan," tegasnya saat kembali ke Teheran.

Ketegangan di Selat Hormuz

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID