Sebagian besar kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi komunikasi publik pemerintah dalam menyampaikan isu gizi kepada masyarakat.
Beberapa kegiatan yang melibatkan EO antara lain:
-
Kampanye publik terkait gizi nasional
-
Sosialisasi program makan bergizi gratis
-
Bimbingan teknis (bimtek) bagi penjamah makanan
-
Pelatihan manajemen risiko program gizi
-
Kegiatan edukasi masyarakat
Menurut BGN, kualitas penyelenggaraan kegiatan menjadi faktor penting agar pesan pemerintah dapat tersampaikan secara efektif.
“Oleh karena itu, kualitas penyelenggaraan menjadi krusial. EO berperan memastikan pesan pemerintah dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas,” ujar Dadan.
Selain mengatur kegiatan teknis, event organizer juga memberikan masukan strategis terkait komunikasi publik.
Hal tersebut mencakup:
-
Strategi penyampaian pesan kepada masyarakat
-
Pengelolaan audiens kegiatan
-
Konsep acara yang menarik dan informatif
-
Optimalisasi penggunaan anggaran
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap program gizi nasional dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Daftar Perusahaan EO Jadi Sorotan
Polemik mengenai anggaran EO ini mencuat setelah beredar daftar perusahaan penyedia jasa yang bekerja sama dengan BGN.
Dalam daftar tersebut terdapat 16 perusahaan yang mengerjakan 16 paket pekerjaan dengan total nilai kontrak mencapai Rp113.916.541.381.
Beberapa perusahaan yang paling banyak disorot antara lain:
-
PT Maria Utara Jaya dengan nilai kontrak sekitar Rp18,47 miliar
-
PT Anugrah Duta Promosindo dengan total sekitar Rp17,42 miliar untuk empat paket pekerjaan
-
PT Falah Eka Cahya dengan nilai kontrak sekitar Rp16,59 miliar
Besarnya nilai kontrak ini menjadi perbincangan publik, terutama di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi anggaran.