fin.co.id - Wacana peleburan antara Partai NasDem dan Partai Gerindra mulai ramai diperbincangkan. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum DPP NasDem, Saan Mustopa, mengaku cukup terkejut dengan mencuatnya isu itu ke publik.
“Ini juga saya baru, kaget juga, ya, mencuat terkait dengan soal isu fusi. Dalam bahasa politik itu kan fusi, ya, bukan merger. Bukan akuisisi, (melainkan) fusi, Gerindra-NasDem,” kata Saan dikutip dari Antara, Selasa, 14 April 2026.
Menurutnya, dalam dinamika politik nasional, gagasan penggabungan partai bukanlah hal baru. Ia menyinggung pengalaman sejarah pada 1973 ketika sejumlah partai dilebur menjadi tiga kekuatan politik besar.
“Kita dulu tahun '73 kan juga ada fusi. Dari sekian banyak partai menjadi tiga partai. Dan sebagai sebuah ide, sebagai sebuah gagasan, tentu dipertimbangkan atau dipikirkan kan menjadi hal yang biasa,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa realisasi wacana tersebut tidak sederhana. Banyak aspek yang perlu dipertimbangkan, terutama menyangkut ideologi, identitas, serta eksistensi masing-masing partai.
“Ketika misalnya rencana atau ada wacana terkait dengan fusi, faktor itu juga kan perlu harus kita pertimbangkan. Ideologi, identitas, eksistensi masing-masing partai dengan semangat, motivasi, dan filosofi membangun partai masing-masing,” kata dia.
“Jadi, sekali lagi, sebagai sebuah ide atau wacana, ya, atau gagasan, itu hal yang biasa saja, tapi ketika kita mau wujudkan, banyak hal yang harus dipikirkan, harus didiskusikan, harus direncanakan,” lanjutnya.
Saan juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan khusus di internal NasDem terkait rencana tersebut. Fokus partai, kata dia, masih pada konsolidasi internal.
"Karena kita sekarang masih fokus mengkonsolidasikan internal kita,” katanya.
Terkait pertemuan antara Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan Presiden RI sekaligus Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Saan mengaku tidak mengetahui secara detail isi pembicaraan yang berlangsung.
“Saya tidak tahu persis terkait dengan soal pertemuan, apalagi terkait dengan substansi dari pertemuan tersebut apa saja yang dibicarakan,” ucapnya.
Ia menilai pertemuan tersebut merupakan hal yang wajar mengingat NasDem merupakan bagian dari koalisi pemerintahan. Komunikasi antar pimpinan partai dinilai penting untuk memastikan dukungan terhadap program pemerintah berjalan optimal.
“Karena itu, untuk bisa memaksimalkan dukungan NasDem terhadap pemerintah, maka yang namanya komunikasi dalam bentuk silaturahmi atau pertemuan itu hal yang lazim dilakukan antara pimpinan partai koalisi dengan Presiden,” tutupnya.