“Ini bukan lagi soal subsidi atau nonsubsidi. Ini soal keadilan bagi rakyat. Dan ini soal sensitivitas Pemerintah yang menaikkan harga BBM di saat kondisi ekonomi rakyat sedang tak baik-baik saja,” tegasnya.
Ia menambahkan, ketika masyarakat yang berhak justru kesulitan mendapatkan BBM subsidi dan di saat bersamaan harga alternatifnya meningkat tajam, maka beban ekonomi secara langsung dialihkan kepada rakyat.
“Yang membuat kita semakin heran, ketika situasi global mulai mereda dan jalur distribusi energi kembali terbuka, justru harga dinaikkan,” ujar Mufti.
Mufti pun mendorong agar persoalan distribusi BBM subsidi segera dibenahi, sekaligus meminta pemerintah memastikan akses bagi masyarakat yang berhak agar tidak terpaksa membeli BBM nonsubsidi dengan harga tinggi.
"Pastikan yang berhak benar-benar bisa mendapatkan BBM subsidi agar tidak perlu membeli BBM nonsubsidi yang harganya melangit tinggi,” kata Legislator dari Dapil Jawa Timur II itu.
Ia juga mengingatkan pentingnya penyesuaian harga secara cepat ketika kondisi global membaik, serta meminta pemerintah memahami efek berantai dari kenaikan harga BBM terhadap kehidupan masyarakat.
“Jika harga minyak dunia mulai turun, maka segera turunkan harga. Jangan tunggu tekanan rakyat baru bergerak,” tutup Mufti.