Pendidikan . 20/04/2026, 18:44 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Di tengah isu krisis energi dan kemandirian pada bahan bakar fosil, tim peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan inovasi baru berupa bensin sawit atau “benwit” yang diklaim lebih ramah lingkungan.
Inovasi ini dipimpin oleh Hosta Ardhyananta , dosen Teknik Material dan Metalurgi ITS. Ia menjelaskan bahwa fokus utama penelitian ini adalah mengubah minyak kelapa sawit mentah (CPO) menjadi bahan bakar bensin yang siap digunakan.
“Fokus dari inovasi kami adalah bagaimana mengubah minyak mentah kelapa sawit menjadi biogasoline yang siap pakai,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Dalam proses produksinya, tim ITS menggunakan metode catalytic cracking , yaitu teknik pemecahan molekul besar menjadi molekul lebih kecil menggunakan katalis.
Awalnya, proses ini menggunakan katalis berbasis alumina (γ-AlO) yang mampu memecah trigliserida dalam CPO menjadi hidrokarbon ringan. Namun metode ini membutuhkan suhu tinggi hingga 420 derajat Celsius dengan tingkat konversi sekitar 60 persen .
Pengembangan selanjutnya menghadirkan katalis bimetalik berbasis:
Nikel oksida (NiO)
Tembaga oksida (CuO)
Kombinasi ini terbukti lebih efisien karena bekerja secara sinergis:
NiO memutus rantai karbon
CuO menghilangkan kandungan oksigen
Hasilnya cukup signifikan:
Suhu operasi turun menjadi
380 derajat CelciusRendemen biogasoline meningkat hingga
83 persen
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media